Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kalah dari Irak, STY Tetap Apresiasi Anak Asuhnya

izak-Indra Zakaria • Selasa, 16 Januari 2024 - 19:49 WIB
Marselino Ferdinand merayakan golnya gawang Irak./PSSI
Marselino Ferdinand merayakan golnya gawang Irak./PSSI

 Timnas Indonesia harus mengakui ketangguhan Irak dalam laga perdana Grup D Piala Asia 2024. Dalam pertandingan itu, Irak mengalahkan timnas Garuda dengan skor 3-1. Pasca pertandingan, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengapresiasi timnas Indonesia yang telah bermain optimal menghadapi wakil Timur Tengah tersebut.

Apalagi tim Garuda sempat menyamakan skor 1-1 jelang babak pertama usai. Erick melanjutkan bahwa timnas Indonesia menargetkan hasil imbang saat menghadapi Irak. Namun di atas lapangan, juara Piala Asia 2007 tersebut bermain lebih baik sehingga bisa menaklukkan tim Merah Putih. "Ini menunjukkan kita perlu berbenah, terutama pada lini pertahanan," ujar Erick seperti dikutip dari laman resmi PSSI.

Ia meminta Shin Tae Yong (STY) untuk mengevaluasi dan membenahi seluruh lini demi meraih hasil maksimal di dua laga berikutnya."Patut kita apresiasi, timnas kita main dengan baik pada babak pertama, namun ada banyak yang perlu kita benahi sebelum dua pertandingan ke depan," imbuh Erick.

Pada pertandingan di Stadion Ahmed bin Ali, Al-Rayyan, Qatar, Irak unggul lebih dahulu melalui gol pada menit ke - 17.Indonesia sukses menyamakan kedudukan lewat tendangan Marselino Ferdinan pada menit ke - 37.  Skor imbang hanya bertahan selama delapan menit setelah Rashid membawa Irak kembali unggul pada menit 45. Babak pertama berakhir dengan keunggulan Irak.

Gol kedua Irak tersebut dianggap kontroversial karena menurut STY, Rashid dalam posisi offside.  "Saya tidak tahu mengapa gol kedua tidak dianggap offside. Itu 100 persen offside, jika ini adalah benar keputusan yang salah dari wasit, kami menyayangkan itu, apalagi terjadi di momen penting," ujar STY.

Pada babak kedua, Indonesia masih kesulitan menyamakan kedudukan. Sayangnya, Irak malah berhasil memperbesar keunggulan. Pada menit 75, Aymen Hussein Ghadhban memperbesar skor menjadi 3-1 untuk keunggulan Irak. Hingga akhir laga, skor tersebut tetap bertahan.

Hasil tersebut membuat langkah Indonesia agak tersendat untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur. Apalagi dua laga berikutnya akan menghadapi Vietnam dan Jepang. Pada Jumat (19/1) Indonesia akan menghadapi Vietnam. Kemudian pada Rabu (24/1) Jepang akan menjadi lawan terakhir timnas Garuda di grup D Piala Asia. 

MEMUJI DAN PROTES RESMI

 Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat juang skuad Garuda meski harus menelan kekalahan 1-3 dari Irak pada laga perdana Grup D Piala Asia 2023. Pertandingan berlangsung di Stadion Ahmad bin Ali, Al-Rayyan, Qatar, Senin (15/1) malam.

Dalam konferensi pers pasca pertandingan, Shin Tae-yong menyampaikan ucapan selamat kepada Irak atas kemenangan mereka. Meski begitu, pelatih asal Korea Selatan itu menekankan bahwa timnas Indonesia telah menunjukkan perjuangan terbaik dan memberikan performa yang bagus di laga tersebut.

"Pertama, selamat untuk Irak yang menang dalam laga ini. Meski begitu, timnas Indonesia menunjukkan perjuangan terbaik, dan performa yang bagus di laga ini," kata Shin Tae-yong. Namun, Shin Tae-yong turut menyuarakan ketidakpuasannya terkait keputusan wasit terkait gol kedua Irak yang dicetak oleh Osama Rashid. Menurutnya, Mohanad Ali, pemain Irak lainnya, sudah berada dalam posisi offside sebelum gol tercipta.  

"Saya tidak tahu mengapa gol kedua tidak dianggap offside. Itu 100 persen offside, jika ini adalah benar keputusan yang salah dari wasit, kami menyayangkan itu, apalagi terjadi di momen penting," ungkapnya.

Meskipun merasa tidak puas dengan beberapa keputusan wasit, Shin Tae-yong menegaskan bahwa timnas Indonesia akan terus bekerja keras dan fokus untuk pertandingan selanjutnya. Dari kekalahan ini, Timnas Indonesia bisa memetik pembelajaran penting yang bisa diambil untuk persiapan pertandingan berikutnya di Grup D Piala Asia 2023.

Usai menghadapi Irak, langkah timnas Indonesia tidak berhenti di situ. Mereka akan menghadapi Vietnam di Abdullah bin Khalifa Stadium pada Jumat (19/1). Dalam pertandingan tersebut, kemenangan menjadi target utama untuk menjaga asa lolos ke babak 16 besar.

Pihak Timnas Indonesia meyakini bahwa keputusan yang diambil oleh wasit, terutama terkait dengan gol kedua Irak, patut dipertanyakan. Meskipun mereka menyadari bahwa hasil protes mungkin tidak akan mengubah hasil pertandingan, namun Irawan mengungkapkan harapannya agar kejadian serupa tidak terulang di pertandingan-pertandingan berikutnya.  

“Setelah pertandingan, kita resmi protes keras kepada AFC terkait disahkannya gol kedua Irak. Kita sudah resmi melayangkan form protes dan diserahkan langsung ke match commissioner seusai laga,” ujar Endri Erawan selaku manajer Timnas Indonesia. “Kita tahu protes ini tidak akan mengubah hasil pertandingan, tapi setidaknya untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya di ajang ini wasit/perangkat pertandingan bisa lebih baik lagi dalam mengambil keputusan,” tambahnya.

Dengan adanya protes resmi ini, manajer Timnas Indonesia berharap di laga-laga Timnas Indonesia berikutnya menghadapi Vietnam dan Jepang perangkat pertandingan bisa lebih baik lagi dalam menjalankan tugas mereka.  (*)

Editor : izak-Indra Zakaria