BALIKPAPAN-Ratusan umat Hindu di Kota Balikpapan menjalani prosesi melasti, yang menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Raya Nyepi, di Pantai SPN Stal Kuda, Balikpapan, Sabtu (9/3/2024) pagi.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Balikpapan I Nengah Kayun Widyatarna mengatakan Melasti memiliki makna penyucian atau pembersihan alam semesta (buana agung) dari segala wabah atau kekotoran dan penyucian diri sendiri (buana alit).
Pembersihan ini (Melasti), kata Nengah Kayun merupakan persiapan untuk menuju Catur Barata Penyepian.
“Semua hal-hal buruk, semua hal-hal kotor hari ini kita larung ke laut,” kata Nengah.
Nengah meneruskan, tak hanya Melasti, umat Hindu juga akan melaksanakan upacara tawur yang menjadi rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi.
Upacara tawur bermakna bhuta yadnya, penyucian bhuta kala atau unsur-unsur kejahatan yang dapat merusak ketentraman umat manusia.
Dalam upacara tersebut, bhuta kala yang disimbolkan sebagai kejahatan dimurtikan menjadi somya atau dari hal buruk menjadi hal baik.
Setelah ritual Tawur selesai, umat hindu akan melaksanakan upacara catur brata penyepian, yang menandai pergantian tahun Saka. Ritual ini, dijelaskan Nengah, meliputi amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian) dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang).
Editor : Wawan