Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

PKL Takjil Tepi Jalan Biang Kemacetan, Jalan Siradj Salman Nyaris Lumpuh

Denny Saputra • Rabu, 13 Maret 2024 - 17:10 WIB

TITIK MACET: Kemacetan kendaraan terjadi di Jalan Siradj Salman, Kecamatan Samarinda Ulu, imbas pedagang takjil yang berjualan di sisi kiri-kanan jalan yang minim kantong pakir, Selasa (12/3).
TITIK MACET: Kemacetan kendaraan terjadi di Jalan Siradj Salman, Kecamatan Samarinda Ulu, imbas pedagang takjil yang berjualan di sisi kiri-kanan jalan yang minim kantong pakir, Selasa (12/3).
 

SAMARINDA–Masuknya Ramadan yang dimulai kemarin (12/3), membuat berbagai kegiatan musiman kembali tumbuh. Seperti pedagang takjil dadakan yang biasanya terpusat di beberapa ruas jalan.

Aktivitas itu tidak jarang membuat arus lalu lintas jadi macet. Seperti di Jalan Siradj Salman, Jalan Kusuma Bangsa hingga Jalan Bung Tomo. Pengendara yang akan melintas agar waspada terutama dimulai sekitar pukul 16.00 Wita hingga waktu berbuka.

Kepala Bidang Kabid Lalu Lintas Jalan (LLJ) Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda Didi Zulyani menjelaskan, di hari pertama Ramadan pihaknya kewalahan dan kaget atas membludaknya antrean kendaraan di sejumlah ruas jalan, terutama akibat aktivitas pedagang takjil dadakan. Sebelumnya mitigasi telah dilakukan dengan memaksimalkan penjagaan dari 110 personil pengaturan lalu lintas yang lebih banyak diaktifkan sore hingga menjelang berbuka. “Ya kami jadikan evaluasi hari pertama. Beberapa ruas jalan akan kami tambahkan personel,” ucapnya, Selasa (12/3).

Di salah satu titik macet misalnya di Jalan Kusuma Bangsa, sejak awal pihaknya tidak merekomendasikan digelarnya Wisata Belanja Ramadan, mengingat revitalisasi dua gedung yakni GOR dan Stadion Segiri, cukup menggerus ruang parkir. Bahkan di sana telah ditempatkan enam personel Dishub, rupanya kekuatan itu jumlahnya masih kurang. “Kami akan tambah lagi (personel) di sana. Semoga bisa mengurai kemacetan,” ucapnya.

Tidak berbeda di Jalan Siradj Salman, diakuinya telah ada beberapa anggota Dishub. Namun, karena pengelola pasar Ramadan yang kurang menyediakan ruang parkir, banyak pembeli yang parkir seenaknya, bahkan membeli dari motor. “Salah satu yang baik pengaturannya yakni di Jalan Kadrie Oening. Di sana sempat kami larang berjualan di atas trotoar. Tetapi karena pengelola menjamin kantong parkir di gedung Inspektorat kaltim, kami izinkan,” tegasnya.

Dia berharap bisa memahami kondisi awal Ramadan, karena pihaknya akan terus mengevaluasi, sehingga bisa mengurangi titik-titik kemacetan. “Kami evaluasi terus. Termasuk berkoordinasi dengan lurah setempat agar bisa membantu pengaturan parkir di titik-titik pasar Ramadan,” kuncinya. (dra)

 

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46

Editor : Indra Zakaria
#samarinda