Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tak Ingin Ada Gejolak, Ratusan PKL Depan Pasar Baqa Diarahkan ke Pasar Harapan Baru

Redaksi Sapos • Minggu, 19 Mei 2024 - 22:00 WIB
RELOKASI. Pemkot berencana merelokasi seluruh PKL di depan Pasar Baqa ke Pasar Harapan Baru.  
RELOKASI. Pemkot berencana merelokasi seluruh PKL di depan Pasar Baqa ke Pasar Harapan Baru.  

Prokal.co - Pembukaan Pasar Baqa di Jalan Sultan Hasanuddin, kini menyimpan PR besar bagi pemerintah.

Sebab nyatanya masih banyak lapak pedagang kaki lima (PKL) yang terpampang di depan.

Namun Pemkot Samarinda memilih untuk tidak langsung melakukan penertiban secara langsung.

Sebab nyatanya saat ini sudah ada tim yang dibentuk khusus untuk menangani hal itu. Seperti yang diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda Marnabas Patiroy.

Ia mengakui untuk saat ini pihaknya memang berencana merelokasi seluruh PKL di depan Pasar Baqa ke Pasar Harapan Baru.

Sehingga tidak menghilangkan hak-hak masyarakat yang ingin mencari rezeki di lokasi tersebut. 

“Kami akan segera tertibkan, saya juga maunya lebih cepat. Namun saat ini ada tim yang dipimpin untuk melakukan penertiban, tapi kami akan sosialisasi dulu,” ujarnya.

Langkah sosialisasi sendiri sudah dilakukan oleh Camat Samarinda Seberang Aditya Koesprayogi mengatakan pihaknya sudah berupaya untuk melakukan pendataan.

Memang keberadaan mereka sudah ada cukup lama dan terus bertambah seiring dengan penduduk pertambahan penduduk. Tak kurang dari 135 PKL yang telah terdata. 

“Kami lakukan sosialisasi untuk memberikan pemahaman bahwa kami tidak ingin memotong rezeki orang,” ujar Adit, Jumat (17/5).

Namun program pemerintah untuk menata kota tetap harus berjalan, sehingga kegiatan penertiban tetap harus berjalan.

Sehingga untuk saat ini pihaknya memiliki PR untuk membangun kesadaran masyarakat agar mau pindah secara suka rela.

Hal inilah yang sebelumnya juga ditekankan oleh Wali Kota Samarinda Andi Harun, agar tidak ada gesekan dengan masyarakat.

“Apalagi mereka juga ditawarkan untuk menghuni Pasar Harapan Baru, karena disana masih banyak yang kosong,” sebutnya.

Sebab untuk melakukan penertiban sudah pasti akan berurusan langsung dengan permasalahan sosial.

Sehingga Adit pun mengakui dalam beberapa hari ke depan pihaknya akan merutinkan kembali kegiatan sosialisasi terhadap para PKL tersebut.

“Mereka akan kami berikan pemahaman bahwaa berjualan di dalam lebih nyaman, tantangannya memang mengubah kebiasaan masyarakat agar tidak selalu berpikir praktis jadi tidak berbelanja di luar lagi,” pungkasnya. (hun/beb)

 

 
Editor : Indra Zakaria