Prokal.co - Sejak Balikpapan ditetapkan sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), lonjakan penduduk juga terus bertambah. Pastinya akan memengaruhi ketersedian pangan di Kota Minyak untuk jangka panjang. Karena sampai saat ini ketersedian pangan masih mengandalkan daerah lain.
Ketua Tim Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DP3) Balikpapan Yuliana membenarkan, bila sejauh ini ketersedian pangan masih mengandalkan dari luar daerah. Jadi, 90 persen pangan di Balikpapan itu masih terpaku dari luar daerah. Sementara 10 persen mengandalkan ketersedian pangan yang berada di kawasan Manggar dan Teritip.
Kendati begitu, pihaknya akan memastikan untuk tetap membuat langkah atau strategi penguatan ketahanan pangan di Balikpapan. Namun harus diakui juga, kata Yuliana, kota ini bukan daerah penghasil pangan. “Karena berdasarkan data inflasi itu kita di prognosa neraca pangan untuk keperluan masyarakat Balikpapan, neracanya kebanyakan selalu minus,” bebernya kepada media ini, (21/5).
Editor : Indra Zakaria