Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Sudah 7 Hari Tak Ditemukan, Pencarian Korban Diduga Serangan Buaya di Balikpapan Dihentikan

Rikip Agustani • 2024-07-04 09:03:24
TETAP DIPANTAU : Debriefing penutupan pencarian oleh seluruh unsur SAR gabungan di sekitar lokasi kawasan Jembatan Pulau Balang, Rabu (3/7) sore. (Foto: Ist)
TETAP DIPANTAU : Debriefing penutupan pencarian oleh seluruh unsur SAR gabungan di sekitar lokasi kawasan Jembatan Pulau Balang, Rabu (3/7) sore. (Foto: Ist)

 

Pencarian korban hilang di sekitar Jembatan Pulau Balang, Kelurahan Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat, akhirnya dihentikan.

Upaya tim SAR gabungan selama 7 hari untuk menemukan jasad korban bernama Muhlis (49) belum membuahkan hasil. Sejak 26 Juni 2024 hingga Rabu (3/7) pukul 17.00 Wita, tim gabungan tidak berhasil menemukan korban yang diduga diserang buaya.

Pada hari terakhir pencarian, Tim SAR gabungan dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) dengan radius sejauh 8 kilometer.

SRU 1 melakukan pencarian dan penyisiran ke arah Barat Laut sejauh 4 kilometer dari lokasi kejadian menggunakan KN SAR 408 dan Speed Boat TNI AL Kampung Baru.

Sementara itu, SRU 2 melakukan pencarian dan penyisiran ke arah Tenggara sejauh 4 kilometer dari lokasi kejadian menggunakan Speed Boat TNI AL Penajam dan Speed Boat masyarakat. Upaya pencarian tim SAR gabungan di Perairan Pulau Balang, termasuk menelusuri anak sungai di sekitar titik hilangnya korban, masih belum membuahkan hasil.

"Pencarian telah kami laksanakan dari hari pertama hingga hari ketujuh ini, sejauh 8 kilometer, dengan menggunakan KN SAR 408 dibantu pencarian udara menggunakan drone thermal, speed boat AL, Polair, serta kapal nelayan masyarakat dan perusahaan setempat," kata Kepala Seksi Operasi Basarnas Balikpapan Endrow Sasmita kepada Kaltim Post, Rabu (3/7).

Dia mengungkapkan bahwa kendala yang dihadapi selama pencarian adalah curah hujan dengan intensitas tinggi dan banyaknya anak sungai di daerah sekitar lokasi kejadian yang diduga menjadi tempat persembunyian buaya. "Sulit dan berbahaya untuk dijangkau," ungkapnya.

Berakhirnya operasi SAR ditandai dengan pelaksanaan debriefing oleh seluruh unsur SAR gabungan yang berasal dari Tim Rescue Basarnas Balikpapan, TNI AL, TNI AD, Ditreskrimum Polda Kaltim, BPBD Balikpapan, Banda Indonesia, Pos Polisi Kampung Baru, keluarga korban, dan masyarakat setempat.

Dalam pelaksanaan debriefing, Tim Rescue Basarnas Balikpapan berkoordinasi dengan pihak keluarga. Operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup.

Unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing dan dilanjutkan dengan kesiapsiagaan. "Operasi SAR dengan pengerahan unsur dihentikan dan dilanjutkan dengan pemantauan," tutup Endrow.

 

Sebagai informasi, korban bernama Muhlis bersama tiga rekannya membawa sembako menggunakan kapal klotok. Mereka berangkat dari Pelabuhan Parung menuju perusahaan-perusahaan di sekitar Jembatan Pulau Balang pada 27 Juni 2024 sekitar pukul 12.05 Wita.

Muhlis yang duduk di bagian buritan kapal tiba-tiba hilang. Rekan korban menghentikan kapal untuk mencarinya, namun hanya menemukan sepatu korban yang mengambang dan pusaran air di sekitar lokasi yang dicurigai sebagai tempat hilangnya korban.

Menurut laporan, titik hilangnya korban berada di Perairan Jembatan Pulau Balang dengan koordinat 1° 6'36.81"S - 116°43'49.51"E. (kip)

Editor : Indra Zakaria