Jika terjadi pergeseran tanah, kabel yang disambungkan ke bangunan rumah warga akan menarik tuas yang ada di EWS secara otomatis. Hal ini akan menimbulkan bunyi atau suara sirine dari pengeras suara yang terpasang di EWS.
"Ini EWS dalam bentuk sederhana, namun cara kerjanya dan informasi yang disampaikan cukup akurat karena akan mendeteksi pergerakan tanah," ungkap Prima. Saat ini proses pemasangan telah selesai dikerjakan, warga hanya tinggal memantau kondisi permukimannya. Jika ada suara sirine dari EWS. Maka warga akan melakukan proses penyelamatan diri agar tidak terdampak longsor.
“Secara teknik, alat ini akan berfungsi, jika menerima tarikan atau getaran dengan jangkauan tertentu. Jika terjadi potensi longsor, alat tersebut langsung memberi tanda peringatan,” terang Prima. Selama terpasang, EWS akan diawasi oleh warga dan anggota BPBD Kukar yang sudah membantu warga terdampak.
“Pada prinsispnya, ini adalah alat deteksi dini, sehingga setiap kali tanda bahaya berbunyi, warga bisa bersiap diri dalam menghadapinya. Kami sangat berharap kepada warga sekitar untuk sama-sama menjaga alat tersebut,” pungkas Prima.
Sementara itu, Firadus, anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar menyambut baik adanya EWS. Pasalnya daerah dan pergeseran tanah memang rawan longsor. ”Kami harapkan alat ini bisa bermanfaat dan berfungsi dengan baik. Kedepannya akan semakin banyak EWS terpasang sebagai antisipasi dini bencana,” singkat Firdaus. (kis/nha)