Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Deteksi Pergerakan Tanah, Pasang Early Warning System, 144 Warga Loa Janan Terpaksa Mengungsi

Redaksi Sapos • Rabu, 17 Juli 2024 - 20:45 WIB
PASANG. Early Warning System (EWS) dipasang di titik rawan longsor akibat pergerakan tanah di Dusun Mekar Beringin Jaya, Loa Janan.
PASANG. Early Warning System (EWS) dipasang di titik rawan longsor akibat pergerakan tanah di Dusun Mekar Beringin Jaya, Loa Janan.

 

Lima rumah di RT 1 Dusun Mekar Beringin Jaya, Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara mengalami rusak berat. Hal ini disebabkan pergerakan tanah yang terjadi dalam tiga pekan. Kondisi ini memaksa 144 jiwa dari 14 kepala keluarga mengungsi.

Untuk memonitor pergerakan tanah yang masih terjadi, Perkumpulan Profesi Tanggap Darurat Pertambangan Kalimantan (PPTDPK) memasang Early Warning System (EWS) di lokasi longsor, Senin (15/7). Alat deteksi dini ini di pasang di salah satu rumah yang rentan pergeseran tanah. Anggota PPTDPK, Prima Purwo Lesmana menjelaskan, EWS yang dipasang sesuai kebutuhan dan tingkat pengetahuan masyarakat, sehingga dipilih yang sangat sederhana. Cara kerja alat deteksi dini ini sangat simple dan mudah di pahami. 

Jika terjadi pergeseran tanah, kabel yang disambungkan ke bangunan rumah warga akan menarik tuas yang ada di EWS secara otomatis. Hal ini akan menimbulkan bunyi atau suara sirine dari pengeras suara yang terpasang di EWS.

"Ini EWS dalam bentuk sederhana, namun cara kerjanya dan informasi yang disampaikan cukup akurat karena akan mendeteksi pergerakan tanah," ungkap Prima. Saat ini proses pemasangan telah selesai dikerjakan, warga hanya tinggal memantau kondisi permukimannya. Jika ada suara sirine dari EWS. Maka warga akan melakukan proses penyelamatan diri agar tidak terdampak longsor. 

“Secara teknik, alat ini akan berfungsi, jika menerima tarikan atau getaran dengan jangkauan tertentu. Jika terjadi potensi longsor, alat tersebut langsung memberi tanda peringatan,” terang Prima. Selama terpasang, EWS akan diawasi oleh warga dan anggota BPBD Kukar yang sudah membantu warga terdampak.

“Pada prinsispnya, ini adalah alat deteksi dini, sehingga setiap kali tanda bahaya berbunyi, warga bisa bersiap diri dalam menghadapinya. Kami sangat berharap kepada warga sekitar untuk sama-sama menjaga alat tersebut,” pungkas Prima.

Sementara itu, Firadus, anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar menyambut baik adanya EWS. Pasalnya daerah dan pergeseran tanah memang rawan longsor. ”Kami harapkan alat ini bisa bermanfaat dan berfungsi dengan baik. Kedepannya akan semakin banyak EWS terpasang sebagai antisipasi dini bencana,” singkat Firdaus. (kis/nha)

 

 
Editor : Indra Zakaria
#tanah bergerak