Disebut Edo, akrab disapa, evaluasi ini akan mencakup kinerja sopir hingga mendengar keluhan masyarakat. “Terutama kabarnya mereka masih harus menunggu lama, kemudian soal jarak tempat tunggu yang jauh,” papar Edo.
Pria yang akrab disapa Edo ini menambahkan bahwa rencana sementara BCT hanya akan berhenti beroperasi selama satu hari.Namun, kelanjutan layanan BCT akan ditentukan berdasarkan hasil evaluasi.
“Kalau dari hasil evaluasi kesimpulan sudah kami dapat dan tidak perlu ada perubahan mendesak, maka cukup sehari saja istirahatnya,” ungkapnya.Saat evaluasi, pihaknya juga akan membahas uji coba penggunaan kartu e-money agar masyarakat terbiasa.
Edo mengakui bahwa selama satu pekan uji coba BCT, masyarakat terlihat antusias. Ada yang benar-benar ingin memanfaatkan transportasi massal atau hanya sekadar mencoba layanan BCT. “Kami lihat terutama saat Sabtu dan Minggu full capacity,” tandasnya.
Selain itu Edo menyebutkan bahwa bus BCT masih dalam tahapan operasional sehingga uji coba ini bisa menjadi bahan evaluasi.
"Artinya sesuai kenyataan karena kalau ujicobanya kurang diminati oleh masyarakat Balikpapan maka bisa saja di evaluasi oleh Kemenhub seperti apa," jelasnya. Diakuinya kebutuhan kota Balikpapan akan transportasi massal memang sudah menjadi keharusan, terlepas ada atau tidaknya IKN. (han)