Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ini Lima Tips dari Kepsek di Paser Mengubah Siswa yang Malas Menjadi Rajin

Muhammad Najib • Jumat, 19 Juli 2024 - 17:00 WIB
Ismail
Ismail

Catatan: Ismail, MPd I
Kepala MTs 4 Paser

PROKAL.CO, PASER-Ketika para guru pembimbing mata pelajaran yang dilombakan pada Kompetisi Sains Madrasah dan Olimpiade Sains Nasional saya kumpulkan, ada seorang guru yang berkata, "Sebenarnya siswa-siswi kita tidak ada yang bodoh, tapi malas pak." 

Kalimat ini sebenarnya ada kemiripannya yakni,"Tidak ada siswa yang bodoh, tapi guru belum menemukan potensi kecerdasan yang dimiliki oleh siswa." 

Dua kalimat tersebut dapat disimpulkan bahwa sejatinya tidak ada siswa yang bodoh. Yang ada siswa yang malas dan guru yang belum menemukan potensi kecerdasan siswa.

Barangkali yang jadi masalah besar adalah ketika guru menemukan siswa yang pemalas dan inilah yang menjadi tantangan terberat guru pada era digital ini dalam membimbing dan mendidik siswa di sekolah atau madrasah.

Mengatasi siswa pemalas bukanlah perkara yang mudah, tapi bukan berarti tidak bisa merubah menjadi anak yang rajin dan tekun belajar. Lalu, bagaimana cara merubah siswa yang malas menjadi rajin?

Beberapa saran berikut ini, barangkali bisa diterapkan oleh bapak ibu guru:

  1. Gali dan temukan lebih dahulu kecerdasan apa sebenarnya yang dimiliki oleh siswa pemalas tersebut. Apakah ia punya potensi cerdas akademik, cerdas kinestetik, cerdas sosial, atau kecerdasan lainnya. 

Ingat! Setiap siswa memiliki kecerdasan yang berbeda-beda. Siswa yang lemah atau tidak cerdas akademik, tidak bisa dipaksa agar ia berprestasi di bidang akademik. Siswa yang cerdas kinestetik tidak bisa dipaksa agar ya cerdas akademik dan seterusnya.

  1. Jika guru sudah menemukan potensi kecerdasan yang dimiliki siswa, guru wajib terus mengembangkan potensi tersebut sehingga lambat laun, penyakit malasnya bisa dihilangkan dan berganti menjadi rajin dan tekun serta menekuni potensi kecerdasannya tersebut. Mungkin potensi yang lain ia kurang berminat dan agak malas, tapi potensi kecerdasan yang dimiliki yang telah ditemukan dan dikembangkannya ia justru super rajin.
  1. Sekolah atau madrasah mesti menyediakan fasilitas untuk mendukung berkembangnya potensi kecerdasan siswa yang satu dengan yang lain, berbeda-beda. Plus anggaran yang memadai bagi guru untuk melakukan bimbingan yang lebih intensif, berkesinambungan, dan optimal kepada siswa.

 

  1. Orang tua atau wali siswa juga wajib memberikan dukungan, motivasi, dan menginspirasi anaknya yang memiliki kecerdasan yang telah ditemukan oleh guru di sekolah atau madrasah untuk kemudian ditumbuhkembangkan oleh peserta didik. Sehingga kelak ia memiliki kecerdasan dan keahlian sesuai potensi kecerdasannya serta menjadi bekal utama dalam mengarungi kehidupan real di masyarakat.

 Baca Juga: Waduh..!! Ada 3,2 Juta Warga Indonesia Main Judi Online, Ada Ibu Rumah Tangga sampai Pelajar

  1. Orang tua atau wali dan guru, jangan pernah bosan mendoakan anak atau siswa yang sudah ditemukan, digali dan dikembangkan kecerdasannya, menjadi anak yang salih, cerdas, pintar, dan benar.

Insyallah, jika lima saran tersebut bisa diwujudkan atau direalisasikan, guru dan orang tua tidak lagi menemukan anak atau peserta didik yang pemalas. 

Ingat, tidak ada siswa yang bodoh. Yang ada adalah guru belum menemukan potensi kecerdasan siswa. Wallahu a'lam. (pms/jib/far) 

Editor : Faroq Zamzami
#pemkab paser #kepsek #mts #belajar #Rajin #potensi #siswa #madrasah #Kabupaten Paser #paser #malas