Sementara itu, Direktur Utama Perumdam Tirta Tuah Benua, Suparjan, menjelaskan rencana produksi air kemasan botol 330 mililiter dan gelas 240 mililiter. “Target produksi untuk kemasan botol dan gelas masing-masing mencapai 100 dus per hari,” ucap Suparjan.
Perumdam telah memulai pembangunan pabrik air minum kemasan pada 31 Mei 2024 di Jalan Papa Carlie Nomor 3 Kabo Jaya, Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara. Proyek senilai Rp 7.093.900.110 ini ditargetkan selesai pada 13 September 2024.
Alfian menyarankan agar Perumdam bekerja sama dengan instansi pemerintah dan swasta untuk pemasaran produk. “Produk ini bisa dikerjasamakan dengan pemerintah daerah dan perusahaan di wilayah Kutai Timur. Pasarnya jelas,” paparnya.
DPRD Kutai Timur akan terus mengawasi proses ini untuk memastikan air minum yang diproduksi aman dan layak dikonsumsi masyarakat. (*)