Pilih Bertahan Berjualan di Belakang PDAM, Pasar Harapan Baru Diklaim Sesuai Standar
Redaksi Sapos• 2024-08-01 11:20:00
ENGGAN PINDAH. PKL memilih untuk berjualan di tempat sementara, yang berada di belakang kantor PDAM, Jalan Sultan Hasanuddin.
Sebagian besar Pedagang Kaki Lima (PKL) eks pasar tumpah di Jalan Sultan Hasanuddin, menolak relokasi yang ditawarkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda ke Pasar Harapan Baru di Kecamatan Loa Janan Ilir. Alasan utama penolakan tersebut adalah jarak tempuh yang terlalu jauh dan kekhawatiran kehilangan pelanggan setia.
Meskipun Pemkot Samarinda telah menawarkan opsi relokasi ini, para PKL merasa bahwa lokasi baru tersebut tidak memenuhi ekspektasi mereka. Banyak dari mereka beranggapan bahwa akses menuju Pasar Harapan Baru terlalu sulit dijangkau oleh pelanggan mereka saat ini.
Akibat penolakan ini, banyak PKL memilih untuk berjualan di tempat sementara, yang berada di belakang kantor PDAM, Jalan Sultan Hasanuddin. Mereka berharap ada solusi relokasi yang lebih dekat dan lebih menguntungkan bagi mereka.
Camat Samarinda Seberang, Aditya Koesprayogi, dalam pemberitaan sebelumnya, menyatakan bahwa sudah ada pembicaraan terkait rencana penertiban pedagang di kawasan PDAM ini. Menurutnya, penertiban ini bertujuan untuk menjaga peran sentral pasar sebagai sarana prasarana perdagangan dan ketertiban wilayah secara umum.
"Kami ingin pasar tetap teratur dan pedagang bisa berjualan dengan nyaman," jelas Aditya. Ia menegaskan bahwa tempat yang disediakan saat ini sebenarnya layak dan terstandardisasi bagi para pedagang, serta merupakan bagian dari optimalisasi kegiatan jual beli di Pasar Baqa.
"Tempat ini sudah layak dan sesuai standar, dan kami yakin pedagang bisa lebih nyaman di sana," tambahnya. Meskipun demikian, Kepala Dinas Perdagangan Samarinda, Marnabas Patiroy, juga membenarkan rencana penertiban kawasan PDAM tersebut.
Menurutnya, pemerintah telah memberikan solusi terbaik bagi para PKL, terutama karena lapak yang disediakan di Pasar Harapan Baru bebas dari retribusi. "Kami sudah memberikan solusi terbaik, di sana gratis retribusi," ungkap Marnabas.
Ia menyampaikan bahwa lokasi di Pasar Harapan Baru akan terus dikembangkan dan diperbaiki untuk menarik lebih banyak pengunjung, sehingga pedagang di sana tidak akan sepi pelanggan. Bahkan ia meyakinkan ke depannya akan ada perbaikan fasilitas di sana agar pengunjung lebih banyak.
"Kedepannya, insya Allah pasar akan ramai, karena ada beberapa pihak yang meminta lahan di sana seperti TPI dan Varia Niaga. Kami berencana untuk merenovasi dermaga di sana sehingga kapal-kapal bisa langsung bersandar," ungkap Marnabas lebih lanjut.
Marnabas berharap para pedagang dapat memahami upaya dan solusi yang telah diberikan oleh pemerintah. Namun, ia juga menegaskan bahwa jika para PKL tetap bersikeras menolak relokasi ke Pasar Harapan Baru, pemerintah tidak akan segan mengambil tindakan tegas.
"Seharusnya pedagang paham bahwa pemerintah sudah memikirkan solusi ini sebelumnya. Lahan di PDAM itu milik pemerintah dan akan dibangun juga," pungkasnya. (hun/nha)