Pengemudi truk sempat berupaya kabur, namun berhasil dicegat warga di Jalan Rapak Indah. Penangkapan itu 20 menit setelah kejadian kecelakaan. Kecelakaan berikutnya dialami Sudirman. Pria 30 tahun itu merupakan warga Sungai Pinang.
Sudirman tewas setelah motor Yamaha Vixion KT 6729 MM yang dikemudikannya menabrak truk proyek marka Jalan yang parkir di Jalan A Yani, Sungai Pinang, pukul 04.20 Wita.
Dari keterangan pekerja, sebelum terjadi benturan para pekerja yang melakukan pengecatan marka jalan sudah memberikan tanda kepada semua pengendara yang akan melintas. Sayang, peringatan itu tak membuat Sudirman mengurangi kecepatan. Sudirman terus melaju dan berniat menyalip sebuah motor di depannya.
"Kami sudah memberi tanda hingga memberi arahan secara langsung agar kendaraan melintas di sisi aman, tapi Sudirman terus tancap gas. Hingga menabrak buritan truk sebelah kiri kami," kata Adis (35), seorang pekerja proyek.
Usut punya usut, rupanya Sudirman berkendara dalam pengaruh alkohol. Hal ini terungkap saat temannya tiba di lokasi begitu mengetahui Sudirman tewas karena kecelakaan lalu-lintas.
"Sudirman ini mau berangkat belanja ke Pasar Segiri. Sebelumnya sempat minum (alkohol). Sudah saya larang tapi tetap saja berangkat," ungkap Edi (38), rekan korban. Kecelakaan maut berikutnya dialami Visensius Jingut (27). Pemuda ini tewas setelah motor yang ditumpanginya menabrak pemotor lain di Jalan M Yamin, Samarinda Ulu, sekitar pukul 05.50 Wita.
"Visensius berbonceng tiga bersama rekannya. Saat melaju kencang, motor yang dikendarainya menabrak pemotor perempuan yang baru saja keluar dari dalam gang," kata Aris (30), warga sekitar.
Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol Creato Sonitehe Gulo melalui Kanit Lakalantas Iptu Javier Syukur membenarkan telah terjadi tiga kasus kecelakaan yang menyebabkan tiga pemotornya tewas.
Usai menerima informasi terjadi kecelakaan, pihaknya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan bukti dengan meminta keterangan saksi di lokasi kejadian. "Ketiga kasus kecelakaan merenggut korban jiwa ini masih kami dalami dan memeriksa saksi yang mengetahui kecelakaan terjadi," singkat Jevier.
TERTELUNGKUP DI JALAN
Pada peristiwa yang dialami Aria Wijayanti, cukup mengerikan. Ya, suara benturan keras disertai rem yang berdecit memecah keheningan malam di sekitar simpang empat Lok Bahu, yang menghubungkan Jalan M Said - Jalan Bendang, Kamis dini hari (1/8) sekira pukul 01.00 Wita.
Sebagian besar warga yang kala itu sudah tertidur pun terbangun. Mereka selanjutnya keluar rumah untuk memastikan apa yang sedang terjadi. Setelah berada di luar rumah warga pun melihat sesosok tubuh manusia yang teridentifikasi merupakan seorang perempuan tertelungkup di jalan dengan kondisi tidak bergerak.
Beberapa warga coba menghampiri untuk memberi pertolongan, tetapi wanita malang yang diketahui mengendarai motor Honda Beat dengan nopol KT 3917 IY itu ternyata telah tewas.
Sejumlah warga rupanya ada yang mengetahui bahwa pemotor malang itu tewas karena tergilas tailer bermuatan peti kemas. Warga pun berusaha mencari trailer tersebut dan menemukannya telah terparkir tidak terlalu jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Trailer 14 roda itu belakangan diketahui sengaja ditinggal sopirnya, yang sudah lebih dulu mengamankan diri ke Polsek Sungai Kunjang. Di tengah ramainya warga di TKP, polisi dari Polsek Sungai Kunjang dan Patroli Beat 110 tiba untuk mengamankan situasi serta mengevakuasi jasad pemotor dengan bantuan ambulans relawan.
Aria merupakan warga Perumahan Karang Mulya, Kelurahan Lok Bahu. Sementara sopir trailer diketahui bernama Aurelio Adjie Nugroho (25), yang merupakan warga Palaran.
Informasi yang dihimpun media ini, Aira tewas dengan luka parah di kepala akibat tergilas roda belakang sebelah kanan trailer ketika berpapasan di simpang Lok Bahu. Ketika itu trailer yang dikemudikan Aurelio melintas dari arah Jalan Ring Road menuju ke Jalan Rapak Indah.
Sedangkan Aria yang diyakini baru pulang dari bekerja dengan mengendarai motor seorang diri, berjalan dari arah Jalan M Said menuju Bendang.
Diduga ketika berpapasan itu trailer Aurelio menyenggol motor Aria, hingga membuat wanita itu terjatuh dengan posisi telungkup di kolong trailer hingga tergilas. Peristiwa kecelakaan lalu lintas itupun langsung diambil alih Unit Lakalantas Satlantas Polresta Samarinda, yang masih melakukan penyelidikan terkait kronologis lakalantas yang sebenarnya.
"Masih kami lakukan penyelidikan. Untuk sopir trailer juga sudah diamankan dan sedang dimintai keterangan," kata Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli, melalui Kasatlantas, Kompol Creato Sonitehe Gulo.
Gulo pun mengimbau kepada pengguna jalan, khususnya yang melintas di jalur-jalur rawan lakalantas pada malam hari agar lebih ekstra berhati-hati.
"Jangan mengendarai atau mengemudi dalam keadaan mengantuk atau lelah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan khususnya pada malam hari. Kalau merasa mengantuk atau lelah sebaiknya beristirahat," pungkasnya. (kis/oke/nha)