Balikpapan – PTMB (Perusahaan Daerah Air Minum Balikpapan) kini tengah menjajaki peluang baru dalam pengelolaan air setelah menerima kunjungan penting dari delegasi Korea yang diwakili oleh Shim Yuseop dari Korea Water Partnership, Senin (19/8).
Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga membuka jalan bagi kemitraan strategis antara Korea dan dua kota besar di Kalimantan Timur, Balikpapan dan Samarinda.
Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, menegaskan bahwa pembicaraan kali ini menitikberatkan pada upaya menurunkan tingkat NRW (Non Revenue Water) atau air yang hilang dalam proses distribusi. “Kami telah berhasil menurunkan tingkat NRW di Balikpapan dari 34 persen menjadi 29 persen, namun masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Kerjasama dengan Korea ini diharapkan dapat mempercepat penurunan lebih lanjut,” ujar Saharuddin.
Shim Yuseop mengungkapkan bahwa Korea memfokuskan kerjasamanya di Kalimantan Timur atas rekomendasi Kementerian PUPR Indonesia. Balikpapan dipilih sebagai lokasi percontohan untuk proyek-proyek pengelolaan air yang lebih canggih dan efektif. “Kami datang untuk memahami kebutuhan spesifik di Balikpapan dan Samarinda, sehingga dapat mengusulkan solusi yang benar-benar sesuai,” ungkap Yuseop.
Sebagai tindak lanjut, PTMB bersama delegasi Korea akan menyusun MoU yang merinci langkah-langkah strategis untuk memperbaiki sistem distribusi air.
Saharuddin berharap kerjasama ini dapat memberikan dampak positif yang nyata dalam waktu dekat, terutama dalam hal peningkatan efisiensi distribusi dan pengurangan kebocoran air yang signifikan.
Kerja sama antara PTMB dan Korea ini diharapkan menjadi langkah penting menuju pengelolaan air yang lebih baik di Balikpapan dan Samarinda, dengan fokus utama pada penurunan kebocoran air dan peningkatan efektivitas distribusi.
Editor : Wawan