Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Buah Kepemimpinan Edi Damansyah untuk Kukar, Wujudkan Kualitas Hidup Masyarakat yang Lebih Sejahtera

Elmo Satria Nugraha • Senin, 26 Agustus 2024 - 21:00 WIB
Bupati Kukar Edi Damansyah saat menyalurkan bantuan sosial.
Bupati Kukar Edi Damansyah saat menyalurkan bantuan sosial.

Di tepi Sungai Mahakam yang megah, di tengah lanskap alam yang hijau subur, terletaklah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), sebuah wilayah yang dalam beberapa tahun terakhir telah menorehkan pencapaian yang luar biasa. Keberhasilan ini tidak hanya dirasakan oleh para pejabat pemerintah, tetapi lebih penting lagi, oleh masyarakat Kukar yang kini hidup dengan harapan baru, jauh dari bayang-bayang kemiskinan ekstrem dan gizi buruk.

Pada tahun 2023, di bawah kepemimpinan Bupati Edi Damansyah, Kukar mencapai sebuah tonggak sejarah—kemiskinan ekstrem di wilayah ini berhasil ditekan hingga nol persen. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi oleh banyak daerah di Indonesia, pencapaian ini bukan hanya sekadar angka di atas kertas, tetapi cerminan nyata dari upaya kolektif yang tak kenal lelah.

Bulan Februari 2024, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI menerbitkan sebuah surat yang mengukuhkan Kukar sebagai salah satu kabupaten yang berhasil menghapus kemiskinan ekstrem. Pada tahun 2022, masih ada 11,48 ribu jiwa di Kukar yang hidup dalam kondisi tersebut, mewakili 1,45 persen dari total penduduk. Namun, dalam waktu satu tahun, angka ini telah diturunkan hingga ke titik nol. Ini adalah pencapaian yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga luar biasa mengingat tantangan besar yang dihadapi.

Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, dengan bangga menjelaskan bagaimana Pemkab Kukar di bawah kepemimpinan Edi Damansyah berhasil mencapai hasil ini. “Kami tidak hanya bekerja untuk mencapai target, tetapi lebih dari itu, kami ingin memastikan setiap langkah yang kami ambil benar-benar meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya dalam wawancara yang berlangsung pada suatu sore yang tenang di bulan Mei 2024.

Keberhasilan ini, jelasnya, tidak datang secara tiba-tiba. Sebaliknya, ini adalah buah dari berbagai program yang dijalankan dengan teliti, mulai dari perencanaan yang matang hingga pelaksanaan yang diawasi secara ketat. Data menjadi kunci utama dalam setiap keputusan yang diambil. Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) yang dilakukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan fondasi yang kokoh bagi setiap intervensi yang dilakukan oleh Pemkab Kukar.

Salah satu program yang memainkan peran krusial adalah Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA). Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga melibatkan masyarakat dalam setiap prosesnya. Keterlibatan ini menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama, yang pada akhirnya membantu menurunkan angka stunting di Kukar secara signifikan. Pada tahun 2023, angka stunting di Kukar tercatat sebesar 17,6 persen, turun drastis dari 27,1 persen pada tahun sebelumnya. Ini adalah penurunan yang luar biasa, jauh di bawah rata-rata provinsi Kalimantan Timur yang masih berada di angka 22,9 persen.

Sunggono menggambarkan bagaimana setiap program di bawah inisiatif Kukar Idaman telah dijalankan dengan semangat kolaboratif yang tinggi. Program Dedikasi Kukar Idaman, yang menjadi pilar dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026, dirancang dengan pendekatan yang menyeluruh dan inklusif. Program-program ini tidak hanya sekadar menyasar perbaikan infrastruktur atau layanan dasar, tetapi juga bertujuan untuk membangun fondasi yang kuat bagi kesejahteraan jangka panjang masyarakat Kukar.

Program seperti Kukar Bebaya, misalnya, telah berhasil memecah ego sektoral dan kewilayahan yang seringkali menjadi penghambat utama dalam pembangunan. Dengan pendekatan yang lebih holistik, Kukar Bebaya memastikan bahwa setiap inisiatif pembangunan terintegrasi dan berfokus pada kepentingan rakyat dalam jangka panjang. Ini adalah sebuah model yang menunjukkan bahwa dengan koordinasi yang baik dan visi yang jelas, hasil yang luar biasa dapat dicapai.

Tidak kalah pentingnya adalah Program Keluarga Peduli Kesehatan, yang menekankan pentingnya perbaikan kualitas layanan kesehatan di setiap desa dan kelurahan. Program ini tidak hanya menyasar perbaikan fasilitas kesehatan, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat di kalangan masyarakat. Hasilnya adalah penurunan angka stunting yang signifikan, yang kini menjadi salah satu prestasi terbesar Kukar di bawah kepemimpinan Edi Damansyah.

Keberhasilan ini bukan hanya hasil dari kerja keras pemerintah, tetapi juga bukti nyata dari kekuatan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. “Capaian ini adalah buah dari kerja keras semua pihak. Bupati Edi Damansyah selalu mengingatkan kami untuk terus mengawal dan memastikan data ini mencerminkan realitas di lapangan,” kata Sunggono, dengan nada yang mencerminkan kepuasan sekaligus tanggung jawab yang besar.

Namun, di balik setiap pencapaian besar, ada kisah tentang visi dan kepemimpinan yang kuat. Di ruang kerjanya yang sederhana namun penuh dengan jejak-jejak kerja kerasnya selama bertahun-tahun, Bupati Edi Damansyah, seorang sosok yang dikenal dengan keteguhan hati dan dedikasinya, berbicara dengan nada tenang namun penuh makna tentang apa yang telah dicapai oleh daerah yang dipimpinnya.

"Ini bukan sekadar tentang mencapai nol persen kemiskinan ekstrem atau menurunkan angka stunting. Ini adalah tentang tanggung jawab kita kepada masyarakat, tentang bagaimana kita bisa memberi mereka kesempatan untuk hidup lebih baik," Edi mengawali dengan lembut, sambil sesekali melirik ke luar jendela, seolah mengingat hari-hari berat yang telah dilalui.

Menurutnya, keberhasilan ini adalah bukti bahwa kerja keras, bila didukung dengan niat yang tulus dan kerjasama yang solid, dapat menghasilkan sesuatu yang luar biasa. “Pencapaian ini adalah hasil dari kerja keras bersama, di mana seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat, bahu-membahu untuk menghapus kemiskinan ekstrem dan menurunkan angka stunting. Saya sangat bangga dengan apa yang telah kita capai, tetapi kita tidak boleh lengah. Perjalanan ini masih panjang, dan kita harus terus bekerja keras untuk memastikan kesejahteraan dan kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh warga Kukar,” ujar Edi Damansyah dengan nada optimis namun tetap realistis.

Bagi Edi, setiap langkah yang diambil pemerintah harus selalu mengakar pada kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Keberhasilan ini, baginya, bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari tantangan-tantangan baru yang harus dihadapi. “Meskipun kita telah berhasil mencapai nol persen kemiskinan ekstrem, kita tidak boleh berhenti di sini. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, terutama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memastikan bahwa setiap program yang kita jalankan benar-benar memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan,” lanjutnya, dengan pandangan yang menunjukkan keseriusan terhadap masa depan Kukar.

Di tengah segala pencapaian ini, semangat untuk terus berinovasi dan berjuang demi kesejahteraan masyarakat Kukar tetap menyala. Setiap program yang dijalankan, setiap kebijakan yang diambil, semuanya berakar pada satu tujuan utama: menjadikan Kukar sebagai tempat yang lebih baik bagi semua. Dengan komitmen yang teguh dan visi yang jelas, Edi Damansyah dan timnya siap melangkah lebih jauh, membawa Kukar menuju masa depan yang cerah dan penuh harapan. (adv)

Editor : Indra Zakaria