Tarif Parkir di Citra Niaga Naik, Warga Minta Pertimbangkan Lagi
Indra Zakaria• 2024-09-06 09:20:00
PARKIR. Plang tarif parkir terbaru telah terpasang di kawasan Citra Niaga. Beberapa pengunjung yang parkir belum mengetahui tarif parkir baru tersebut.
Kompleks pertokoan Citra Niaga di Kecamatan Samarinda Kota, yang baru saja dibuka kembali setelah melalui renovasi besar-besaran, kini menjadi destinasi populer bagi pengunjung yang mencari barang elektronik, pernak-pernik tradisional, hingga kuliner. Namun, meskipun tampilannya yang elegan menarik banyak orang, tarif parkir baru yang diberlakukan di kawasan ini menuai keluhan.
Pemerintah Kota Samarinda, melalui Dinas Perhubungan (Dishub), menetapkan tarif parkir baru untuk kawasan tersebut. Kini, pengunjung Citra Niaga dikenakan tarif Rp 5.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 7.000 untuk kendaraan roda empat. Tarif ini dianggap cukup tinggi oleh sejumlah pengunjung, terutama dibandingkan dengan tarif parkir di area lain yang lebih rendah.
Salah satu pengunjung, Lili (39), mengaku terkejut ketika diminta membayar tarif parkir yang jauh lebih tinggi dari biasanya. “Biasanya saya bayar Rp 2.000 untuk parkir motor, tapi di sini harus bayar Rp 5.000. Katanya ini sudah ketentuan dari Dinas Perhubungan,” ujar Lili.
Meskipun tetap membayar, Lili mempertanyakan penggunaan uang parkir tersebut, apakah benar digunakan untuk pembangunan kota atau tidak. “Yang jelas, tarif segitu untuk motor terasa berat. Tolong dipertimbangkan lagi,” pintanya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menjelaskan bahwa penetapan tarif parkir di Citra Niaga sudah sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD). “Citra Niaga masuk dalam Zona A atau Central Business District (CBD), sehingga tarif parkirnya lebih tinggi dibandingkan area lain,” kata Manalu pada Selasa (3/9).
Manalu mengakui bahwa tarif parkir ini mungkin terasa mahal bagi sebagian orang. Namun, langkah ini dimaksudkan untuk mengedukasi masyarakat tentang biaya yang lebih tinggi bagi pengguna kendaraan pribadi. “Kami ingin mendorong Citra Niaga sebagai lokasi wisata belanja yang ramah bagi pejalan kaki. Ke depan, mungkin saja zona parkir di Citra Niaga akan ditingkatkan menjadi zona parkir progresif,” jelasnya.
Dishub Samarinda saat ini masih menunggu kelengkapan perangkat pendukung seperti mesin EDC untuk penerapan pembayaran non-tunai. “Jika perangkatnya sudah tersedia, maka pembayaran akan dilakukan melalui sistem non-tunai,” tambah Manalu.
Manalu juga menjelaskan bahwa warga yang sudah memiliki akun atau kartu parkir berlangganan tidak perlu membayar lagi selama menunjukkan stiker atau kartu tersebut. Sementara itu, pengunjung yang tidak berlangganan akan dikenakan tarif parkir sesuai dengan zona yang berlaku.
“Kami akan secara bertahap menerapkan sistem e-parking dan pembayaran non-tunai di kawasan ini,” tegasnya.
Persiapan untuk penerapan zona parkir A ini masih berlangsung, termasuk penyiapan personel dan perangkat pendukung. Manalu menambahkan bahwa zona ini juga akan diberlakukan secara khusus untuk event-event tertentu. “Kami akan mempersiapkan semua fasilitasnya terlebih dahulu,” pungkasnya. (kis/beb)