Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Niatnya Kurangi Macet, Perjalanan Justru Lebih Jauh

Redaksi Sapos • Sabtu, 7 September 2024 - 17:40 WIB
DITUTUP. Tim Dishub Samarinda memasang barrier di lokasi U-turn Jalan Juanda, Samarinda Ulu, atau tepatnya di depan Polsekta Samarinda Ulu.
DITUTUP. Tim Dishub Samarinda memasang barrier di lokasi U-turn Jalan Juanda, Samarinda Ulu, atau tepatnya di depan Polsekta Samarinda Ulu.

 

 Dianggap sebagai biang kemacetan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda menutup akses putar balik (kapsulan) atau U-turn di Jalan Juanda, Samarinda Ulu, tepatnya di depan Markas Polsekta Samarinda Ulu. Akibat penutupan ini, kendaraan dari arah Flyover Juanda yang ingin putar arah, terpaksa menempuh perjalanan lebih jauh.

Meski bertujuan baik untuk mengurai kemacetan, penutupan ini berimbas kepada jarak tempuh kendaraan yang awalnya ingin lebih cepat sampai ke tujuan, justru sebaliknya. Kendaraan dari arah flyover maupun dari simpang Air Putih terpaksa menempuh perjalanan lebih jauh.

 

"Kaget pas mau berbalik arah ada barrier yang sudah terpasang. Terpaksa terus mencari putaran berikutnya. Malah tambah jauh dan memakan waktu kalau begini," ujar Hariadi (39), salah satu ojek online.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda Hotmarulitua Manalu menjelaskan, penutupan U-turn ini merupakan rekayasa lalu lintas sekaligus langkah strategis untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas di jalur padat tersebut. "Karena ketika kita melihat kondisi dan letak U-turn-nya yang ada di depan Polsek Samarinda Ulu ini sering terjadi “krodit” lalu lintas," kata Manalu, Kamis (5/9).

Diketahui, U-turn atau putaran balik adalah belokan berbentuk huruf U yang dilakukan kendaraan untuk berbalik arah dan melaju ke arah yang berlawanan dari jalur asalnya. Putaran balik ini tak hanya dimanfaatkan dari kedua arah agar bisa sampai ke tujuan lebih cepat. Manalu membeberkan, U-turn seringkali menjadi penyebab kemacetan, terutama saat dilakukan oleh pengendara yang kurang terampil.

"Bisa menjadi bottle neck, apalagi ada pengendara yang tidak mahir menggunakan kendaraan, sehingga saat ingin berbalik harus mundur dulu dan menghambat lalu lintas," terangnya.

Sebagai tahap awal, penutupan U-turn di Jalan Juanda ini akan dilakukan selama satu bulan sebagai uji coba. Dishub akan mengevaluasi dampak kebijakan ini terhadap kondisi lalu lintas di sekitar lokasi.

Selain menutup akses U-turn, Dishub juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan putar balik di persimpangan jalan yang dilengkapi traffic light. Manalu mengakui, pengendara akan menempuh perjalanan lebih jauh agar bisa putar arah.

"Kami ingin agar masyarakat paham bahwa memiliki kendaraan pribadi itu memang cost-nya besar. Perlahan akan tumbuh kesadaran untuk menggunakan kendaraan fasiltas umum seperti angkutan kota," tukas Manalu. (kis/nha)

 

 
 
Editor : Indra Zakaria