Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Belasan Rumah Rusak Diterjang Ombak di Pesisir Kabupaten Berau

Faroq Zamzami • Kamis, 19 September 2024 - 17:31 WIB
RUSAK: Sebanyak 12 rumah di Kampung Payung-Payung, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, diterjang gelombang.
RUSAK: Sebanyak 12 rumah di Kampung Payung-Payung, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, diterjang gelombang.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Sebanyak 12 rumah di Kampung Payung-Payung, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, rusak akibat diterjang gelombang laut.

Kepala Kampung Buyung-Buyung, Rico, mengatakan gelombang tinggi disertai angin kencang sudah terjadi sejak beberapa hari belakangan.

“Sampai saat ini gelombang masih terjadi,” ujarnya kepada awak media Rabu (18/9).


Dijelaskannya, akibat gelombang tersebut sudah 12 rumah warga yang hancur.

“Menurut data ada 12 rumah, tetapi yang rusak parah itu ada lima rumah,” ungkapnya.

Salah satu langkah untuk memecah gelombang tersebut, saat ini dirinya bersama masyarakat sedang bergotong-royong untuk membuat tanggul sederhana dari batu dan pasir yang dimasukan ke dalam karung.

Hal ini dilakukan guna meminimalisasi danpak gelombang pasang saat pagi hari.

“Karena kemungkinan gelombang ini akan terus terjadi hingga beberapa hari ke depan mengingat pasang tertinggi air laut terjadi di kisaran 18 hingga 20 September,” sebutnya.

Terkait dengan hal ini, dirinya sudah sejak lama mengusulkan tanggul pemecah gelombang pada saat rapat musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) tingkat kecamatan.

Tetapi, sampai saat ini usulan tersebut belum juga teralisasi.

“Usulan sudah sering kita gaungkan, tetapi belum ada titik terang dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalah hal ini organisasi perangkat daerah (OPD) terkait,” tegasnya.

Baca Juga: Dihantam Ombak, Kapal LCT Kandas di Pesisir Balikpapan

Padahal, menurut ia tanggul pemecah gelombang tersebut sangat dibutuhkan warga Kampung Buyung-Buyung.

Pasalnya, jarak antara rumah dan tepi pantai sangat dekat.

“Karena jika gelombang tinggi, masyarakat sudah mulai waswas, hal seperti ini bukan sekali dua kali terjadi,” imbuhnya.

Sehingga dengan adanya kejadian ini dirinya meminta kepada Pemkab Berau dan OPD terkait agar bisa memprioritaskan pembangunan tanggul pemecah gelombang.


“Semoga saja dengan adanya musibah ini bisa menjadi perhatian dari Pemkab, agar mereka bisa bertindak cepat mencegah adanya kerusakan rumah warga akibat gelombang ini,” katanya. (aky/far)

 

Editor : Faroq Zamzami
#gelombang tinggi #rumah rusak #berau #tanjung redeb #ombak #Gelombang