PROKAL.CO, TENGGARONG – Jalan longsor kembali menimpa kawasan RT 4 Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Masih di titik yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Kini, longsor menghantam jalan protokol yang menjadi jalur utama Tenggarong menuju Loa Janan dan berdampak terhadap keseharian warga.
Nur, seorang pedagang mengaku sangat terdampak dari longsor ini. Saat ditanya kapan longsor ini terjadi, dia tidak mengetahui pastinya kapan.
Yang pasti, kata dia, selama beberapa bulan terakhir jalan sudah diperbaiki hingga akhirnya longsor lagi.
Longsor ini pun diperparah dengan lewatnya kendaraan bermuatan lebih saat malam hari.
“Saat malam itu memang ada kendaraan bermuatan besar lewat, paginya sudah separah ini. Air juga mati, karena longsornya kena pipa PDAM,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Jembayan Erwin mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) mengenai arus lalu lintas sejak longsor awal terjadi pekan lalu.
Dari koordinasi ini, dilakukan pengalihan arus lalu lintas. Bahwasanya kendaraan di atas roda enam dengan bawaan berlebihan dilarang lewat, atau harus mutar melalui Kota Samarinda.
Namun, masih ada kendaraan dengan muatan lebih ini dibiarkan menerobos dan melintas di titik longsor ini.
“Nyatanya mereka tetap melewatkan kendaraan ini saat dini hari, karena tidak selalu dijaga jalan ini. Akhirnya sekarang parah seperti ini,” jelas Erwin kepada Prokal.co, Jumat (20/9).
"Memang ada jalan alternatif, tapi hanya motor yang bisa. Ini satu-satunya jalan untuk ke Loa Janan dan seterusnya," sambungnya.
Erwin menegaskan, jalanan ini bukan wewenang Pemerintah Desa, Kecamatan dan Kabupaten.
Namun menjadi kewenangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Memang nyatanya jalan ini sudah mendapat perbaikan selama beberapa tahun terakhir. Bahkan perbaikan baru saja rampung beberapa bulan yang lalu.
Tetapi perlahan-lahan akibat abrasi, longsor kembali terjadi. Andai kendaraan-kendaraan ini tidak lewat sejak pekan lalu, Erwin yakin dampaknya tidak separah sekarang.
Karena nyatanya, dampak longsor ini mempengaruhi keseharian warga karena pipa PDAM Bakungan patah terdampak longsor.
“Bencana ini memang tidak bisa dihindari, tapi kita bisa mencegahnya. Namun saya dengar kabarnya pemerintah kabupaten telah bersurat ke BBPJN untuk menindaklanjuti kerusakan ini,” tutur Erwin. (moe)
Editor : Indra Zakaria