PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Berau trennya meningkat. Hingga 25 September 2024 tercatat 316.433 orang sudah datang ke kabupaten ini, baik dari dalam maupun luar negeri.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Usaha Jasa Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Nurjatiah, menyampaikan jumlah kunjungan tersebut terdiri dari 314.622 wisatawan domestik dan 1.811 wisatawan mancanegara.
Target jumlah kunjungan wisata di Kabupaten Berau sudah terlampaui, yakni 236.141 kunjungan pada 2024.
"Pada hari libur nasional biasanya terjadi lonjakan wisatawan di destinasi wisata, termasuk nanti saat libur Natal dan tahun baru 2025," sebutnya.
Pihaknya selama ini masih mengandalkan perhotelan, baik di perkotaan maupun di pulau-pulau untuk pendataan kunjungan.
Serta empat destinasi wisata yang sudah dipungut retribusi dengan melihat dari jumlah karcis yang terjual. Yakni, Air Panas Asin Pemapak, Labuan Cermin, Museum Gunung Tabur dan Keraton Sambaliung.
"Seharusnya Berau sudah bisa menerapkan jumlah kunjungan dari satu pintu, seperti kabupaten/kota lainnya, yakni di bandara, terminal, stasiun dan pelabuhan. Tapi Berau belum bisa, karena pintu masuk di Berau itu banyak," terangnya kepada Berau Post, Rabu (25/9).
Akhirnya, selama ini pencatatan baru dilakukan di hotel, penginapan, homestay dan resort. Namun, ditegaskannya pihaknya tentu ada keinginan untuk mencatat kunjungan wisata dari satu pintu. Hanya masih banyak kendala.
Pihaknya telah berkomunikasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) hingga BLU UPBU Kalimarau Berau. Mereka menyambut baik, hanya, Dishub Berau ingin memperbaiki dulu fasilitas tempat singgah, seperti dermaga dan pelabuhan yang ada di Berau.
Seperti dicontohkan di Pulau Derawan, pencatatan wisatawan berasal dari homestay dan resort di sana, sebab kapal wisata yang datang sering kali langsung berhenti di lokasi pengunjung menginap.
Tidak melalui dermaga yang baru yang selesai direnovasi Dishub.
"Rencana kalau dermaga sudah diresmikan, pengemudi speedboat melapor berapa banyak dia membawa pengunjung. Kita sudah komunikasikan ini dengan kepala kampung dan direspons sangat bagus," terangnya.
Menurutnya, jika ada komitmen dari pelaku wisata yang melaporkan jumlah kunjungannya, tentu jumlah kunjungan di Kabupaten Berau dapat tercatat dengan baik.
Sayangnya, masih banyak yang setengah hati melaporkan. Karena takut berhubungan dengan pajak. Padahal pajak itu dikenakan kepada pengunjung atau konsumen. Jangan sampai pelaku wisata memanipulasi jumlah kunjungnya.
"Pelaku usaha sebagai wajib pungut saja, mereka mengumpulkan uang dari semua pengunjung kemudian disetorkan ke pemerintah daerah melalui Bependa. Lalu tugas kami mencatat jumlah kunjungnya," katanya.
Sementara itu, pihaknya telah menyurati pihak bandara untuk dimintai jumlah penumpang pesawat yang datang setiap bulannya. Semua penumpang pesawat menuju Kabupaten Berau dianggap sebagai pengunjung, meskipun mereka memang berasal dari Berau.
Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir, menuturkan jumlah kunjungan wisata di Kabupaten Berau setiap tahun terus meningkat.
Baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Diprediksi kunjungan wisata akan terus meningkat, khususnya saat libur akhir tahun. Pihaknya terus melakukan berbagai promosi wisata untuk mendongkrak jumlah kunjungan.
"Diharapkan dengan tingginya jumlah kunjung itu ada mutiplier effect yang dirasakan oleh masyarakat Berau. Akhirnya kesejahteraan masyarakat juga ikut meningkat," jelas. (*/aja/far)
Editor : Faroq Zamzami