Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tingkatkan Pengawasan Area Bawah Jembatan Kartanegara, Pemkab Kukar Siapkan Rambu Larangan Berenang

Elmo Satria Nugraha • 2024-10-16 19:46:53
Pjs Bupati Kukar Bambang Arwanto (Elmo/Prokal.co)
Pjs Bupati Kukar Bambang Arwanto (Elmo/Prokal.co)

TENGGARONG – Meninggalnya Hafizh Azhar, bocah berumur 11 tahun yang tenggelam di bawah Jembatan Kartanegara pada tanggal 10 Oktober kemarin meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya. Jenazah Hafiz ditemukan pada tanggal 13 Oktober kemarin di perairan Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Tenggelamnya Hafizh ini menjadi pembelajaran bagi orang tua agar lebih memerhatikan sang buah hati. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar akan mengambil langkah tegas atas kejadian tragis ini. Hal ini disampaikan Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kukar Bambang Arwanto.

“Memang seharusnya ada pengawasan di bawah jembatan tersebut, kita akan koordinasi dengan OPD terkait perihal ini,” ungkap Bambang, Rabu (16/10).

Untuk diketahui, bila air Sungai Mahakam di bawah Jembatan Kartanegara surut. Maka akan timbul pasir yang menyerupai Pantai. Dengan keadaan surut ini, anak-anak seringkali bermain di kawasan tersebut tanpa ada pengawasan.

Bambang memastikan, kedepan pihaknya akan melakukan rapat internal dengan dinas terkait. Salah satu upaya meningkatkan pengawasan ini adalah dengan mengimbau Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk memasang rambu larangan berenang di perairan Sungai Mahakam.

Dengan marabahaya yang ada di perairan Sungai Mahakam. Bambang turut meminta peran orang tua dalam mengawasi anaknya. Khususnya saat anak baru pulang sekolah maupun izin bermain. Orang tua harus membawa anaknya yang ingin berenang ke tempat seharusnya, yakni kolam renang.

“Berenang di ruang publik itu sangat bahaya, apalagi Sungai Mahakam. Untuk itu sembari kami meningkatkan pengamanan, orang tua juga diharapkan perannya dalam mengawasi buah hati mereka,” pungkas Bambang. (moe)

Editor : Indra Zakaria