Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Antisipasi Perundungan di Sekolah, Disdik Berau Bentuk Ini

Faroq Zamzami • 2024-11-29 09:38:20
Mardiatul Idalisah
Mardiatul Idalisah

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Dinas Pendidikan (Disdik) Berau tahun ini membentuk 30 sekolah idaman yang dituntut memiliki inovasi untuk mengantisipasi perundungan di sekolah. 

Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah, menuturkan pembentukan sekolah idaman untuk menuju Kabupaten Berau zero bullying atau nol perundungan. 

Tahun depan pembentukan sekolah idaman akan menyasar lebih luas lagi. 

Meski begitu, sekolah lain tetap diberikan sosialisasi yang sama perihal pemahaman perundungan di sekolah. 

“Walaupun belum terjadi (perundungan) di Berau tapi kita perlu antisipasi agar tidak terjadi dan apabila terjadi kita sudah tahu harus melakulan apa,” terangnya kepada Berau Post (grup Prokal.co)

Pencegahan perundungan diyakini dapat optimal dengan pembentukan sekolah idaman di Kabupaten Berau. 

Saat ini pihak sekolah sedang membuat inovasi untuk mengantisipasi perundungan di sekolah masing-masing. 

Pihaknya pun telah bekerja sama dengan Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah (KDOD) Lembaga Administrasi Negara (LAN) sebagai instruktur anti perundungan.

Di samping itu, Disdik Berau juga telah membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di sekolah. Sebagai salah satu intervensi dari pemerintah pusat. 

Yang terdiri dari unsur pendidik, komite sekolah, orangtua atau wali murid, hingga warga sekitar. 

TPPK sendiri dibentuk sesuai dengan Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penangan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP). 

Tugasnya untuk mencegah dan menangani kekerasan di sekolah. 

“Untuk memastikan adanya respons cepat penanganan kekerasan ketika terjadinya kekerasan di satuan pendidikan,” ungkapnya. 

Anggota Komisi I, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Rudi P Mangunsong, memberikan perhatian lebih terhadap perundungan serta kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah.

Dirinya meminta kepada OPD terkait untuk memberikan pengawasan lebih di lingkungan sekolah agar tidak terjadi perundungan dan kekerasan terhadap anak sekolah.

Dikatakannya hal itu sangat penting untuk menciptakan generasi yang bebas dari kekerasan mental dan fisik yang akan berujung pada perilaku sosial. 

Terlebih saat ini banyak pergaulan anak remaja usia sekolah yang dinilai rentan menimbulkan pelanggaran norma sosial maupun agama.

“Bagaimana pun anak-anak harus diberi pemahaman bahwa perilaku perundungan serta kekerasan itu akan berdampak buruk dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Untuk itu, ia meminta agar Disdik Berau beserta instansi terkait lainnya dapat melakukan pencegahan sejak dini dari lingkungan sekolahan.

“Kalau perlu di setiap sekolah diadakan pembelajaran atau pemahaman setiap hari terkait dampak buruknya perilaku bullying serta kekerasan. Jangan anggap sepele dampaknya,” ucapnya.

Selain itu, peran keluarga serta pendekatan agama juga penting dilakukan untuk menghindari hal tersebut.

“Orangtua harus lebih peka dan sensitif terhadap perilaku anak.Orang tua harus memberikan pemahaman kepada anak-anak jangan sampai menganggap bullying sebagai hal yang lucu dan boleh dilakukan, ini harus dicegah sejak dini dari lingkungan keluarga,” jelasnya. (*/aja/far)

 

 
 

 

Editor : Faroq Zamzami
#antisipasi #berau #disdik #perundungan #sekolah #Cegah