Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Motoran bareng MyPertamina Motor Club Regional Kalimantan, Rasakan Mudahnya Gunakan Aplikasi dan BBM Ramah Lingkungan

Wawan • Minggu, 8 Desember 2024 - 00:30 WIB

Alexander Susilo (dua kiri) bersama rider MyPertamina Motor Club Regional Kalimantan saat lepas start. (foto-foto: wawan lastiawan/prokal.co)
Alexander Susilo (dua kiri) bersama rider MyPertamina Motor Club Regional Kalimantan saat lepas start. (foto-foto: wawan lastiawan/prokal.co)

Komunitas MyPertamina Motor Club Region Kalimantan resmi dibentuk di Balikpapan, Sabtu (7/12). Beranggotakan pekerja serta manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, komunitas ini menjadi simbol semangat dan energi baru untuk mengampanyekan penggunaan aplikasi MyPertamina serta BBM berkualitas ramah lingkungan di Kalimantan.

 

Wawan Lastiawan, Balikpapan

 

Deru suara motor terdengar di lapangan Helipad Lapangan Merdeka Balikpapan, Sabtu (7/12) pagi. Ratusan motor berbagai merek dan tampilan sepeda motor gagah ditunggangi pemiliknya. Ada motor matic kekinian warna ngejreeng sampai motor sport touring bersuara knalpot menggelegar. Makin selaras, pengendara kompak mengenakan rompi berwana merah, silver, biru dengan logo bordiran bertuliskan MyPertamina Motor Club. "Bapak, ibu, semua sudah siap? Dimohon mengikuti instruksi keselamatan berkendara di jalan raya yang sudah disampaikan bapak-bapak polisi lalu lintas tadi ya," kata Master of Ceremony (MC), mengingatkan lewat pengeras suara, menandakan riding MyPertamina Motor Club mau dimulai.

Executive General Manager (EGM) Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Alexander Susilo, ambil posisi start paling depan. Ia diapit jajaran manajemen lain mengendarai sepeda motor bergaya cruiser. Jok rendah, stang kemudi tinggi ke atas. Gaya-gaya motor Harley Davidson. Media ini juga ikut gabung pada acara tersebut. Menggunakan motor big matic Yamaha X-Max lengkap dengan rompi MyPertamina.

Alexander Susilo jadi anak motor menunggangi motor jens cruiser.
Alexander Susilo jadi anak motor menunggangi motor jens cruiser.

Pagi itu, cuaca sedang diguyur hujan sejak subuh. Gerimis yang masih membasahi aspal Balikpapan tak mengendorkan semangat para rider tarik gas motor. Rombongan dilepas dengan bendera start dan dikawal motor gede (moge) milik Patroli Pengawal Satlantas Polresta Balikpapan. "Gassspooll..!!" teriak anggota komunitas saat melintasi gate start. Suara klakson pun bersahut-sahutan. 

Inilah acara peresmian komunitas MyPertamina Motor Club Region Kalimantan di Balikpapan. Anggotanya merupakan para pekerja Pertamina. Tak hanya dari Pertamina Patra Niaga, tetapi ada juga dari unit kerja lain seperti Kilang Pertamina Internasional (KPI) maupun Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) yang hobi motoran. Peresmian komunitas ditandai gelaran touring perdana yang berlangsung meriah. Baik manajemen dan pekerja membaur tanpa jarak di komunitas ini. Saling menyapa, bercengkrama, dan menunjukkan antusiasme tinggi.

Photo
Photo
Photo
Photo

Menurut Alexander Susilo, pembentukan komunitas ini tak hanya sekadar aktivitas berkendara. MyPertamina Motor Club mengajak warga Kalimantan peduli BBM ramah lingkungan. “Kami ingin menjadikan ini wadah positif untuk menyalurkan hobi sekaligus mengampanyekan penggunaan BBM ramah lingkungan. Selain itu, setiap kegiatan kami terus mengampanyekan kemudahan dan manfaat menggunakan aplikasi MyPertamina. Tidak hanya kemudahan, tetapi juga ada bonus-bonus seperti poin dan undian dengan hadiah lainnya,” ujar Alexander.

Start jam 07.15 wita, rombongan touring terbagi menjadi empat kelompok. Masing-masing dilepas secara bergantian. Para rider melewati rute ikonik seperti Lapangan Merdeka, Pasar Baru, hingga Stalkuda, lalu berhenti di SPBU Batakan. Sebelum finish di tempat rekreasi Watu Beach, Lamaru.

Di SPBU Batakan, manajemen memberikan penghargaan khusus kepada konsumen yang sudah menggunakan BBM non-subsidi, seperti pertamax, pertamax turbo, pertamina dex, dan dexlite. Selain itu, pengendara juga diperkenalkan lebih jauh pada manfaat aplikasi MyPertamina, yang mempermudah transaksi sekaligus mendorong penggunaan bahan bakar berkualitas. Aplikasi ini bisa diunduh di Play Store ataupun App Store.

Alexander Susilo (tengah) bersama manajemen PT Pertamina Patra Niaga Region Kalimantan usai menyapa dan berbincang dengan konsumen yang mengisi BBM di SPBU Batakan Balikpapan.
Alexander Susilo (tengah) bersama manajemen PT Pertamina Patra Niaga Region Kalimantan usai menyapa dan berbincang dengan konsumen yang mengisi BBM di SPBU Batakan Balikpapan.

Alexander Susilo berharap, komunitas ini menjadi pionir perubahan gaya hidup masyarakat Kalimantan, khususnya dalam memilih BBM yang lebih bersih dan ramah lingkungan. “Semoga kegiatan ini membawa dampak positif, mendorong konsumen untuk beralih ke BBM yang lebih baik,” tambah Alexander.

Ia juga mengatakan, sosialisasi penggunaan aplikasi MyPertamina di wilayah Kalimantan ini juga tak hanya untuk mempermudah transaksi non-tunai, tetapi juga mendukung program pemerintah dalam mengurangi penggunaan uang tunai dan mendorong gaya hidup cashless. “Kami berharap seluruh pengguna BBM semakin banyak yang beralih menggunakan aplikasi MyPertamina,” ujar Alexander.

Menanggapi info yang beredar akhir-akhir ini tentang tangki pengguna pertamax yang buntu dan kotor, Pertamina juga telah memastikan kualitas produk BBM mereka tetap terjaga. Proses pengawasan quality control telah dilakukan setiap hari. Mencakup seluruh jalur distribusi, mulai dari depo, SPBU, hingga tangki kendaraan pelanggan.

“Sejak informasi ini beredar, kami melakukan pengambilan sampel dari hampir semua titik distribusi. Semua hasil pengujian sejauh ini menunjukkan bahwa kualitas Pertamax masih sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Dirjen Migas,” jelasnya.

Salah satu warga Balikpapan yang sedang mengisi BBM di SPBU Batakan, Falah Danu, mengatakan, kualitas bahan bakar Pertamina selama ini sudah sangat baik. Makanya, ia heran dengan kabar yang ramai dan viral di Balikpapan bahwa isi pertamax bikin kendaraan mogok. ""Saya juga bingung, yang viral katanya tangki kotor dan buntu usai isi pertamax. Saya bertahun-tahun pakai pertamax sampai sekarang Alhamdulillah ndak pernah ada masalah. Makanya saya heran. Mungkin bisa karena faktor lain misalnya kondisi kendaraan," kata Falah, warga Batu Ampar yang kerjanya di kawasan Manggar. 

Falah Danu menunjukkan aplikasi MyPertamina. Ia sering gunakan karena mudah saat pengisian BBM dan banyak promo menarik.
Falah Danu menunjukkan aplikasi MyPertamina. Ia sering gunakan karena mudah saat pengisian BBM dan banyak promo menarik.

Photo
Photo

Pria yang bekerja di perusahaan pengadaan dan jasa servis alat-alat berat di kawasan Manggar ini menggunakan bahan bakar Pertamax sejak 2016 lalu. Mulai masih punya sepeda motor hingga sekarang sudah punya mobil. Ia memilih pertamax karena kualitas. Bikin tarikan mesin jadi enteng dan pembakaran juga lebih bersih sempurna. Untuk harga, pertamax relatif terjangkau. Selisih harga dengan pertalite juga tak begitu jauh. Pertamax harga Rp 12.400 dan pertalite Rp 10 ribu. "Kalau saya lebih memilih isi pertamax. Cuman beda berapa ribu aja. Kualitasnya jelas," katanya.

Setiap pengisian BBM, Falah juga menggunakan aplikasi MyPertamina. Awalnya ia "gaptek" menggunakan aplikasi ini. "Teman saya di tempat kerja yang ngajarin aplikasi ini. Pertama, saya disuruh download di hape. Terus buat akun, isi data diri dan nomor plat kendaraan. Setelah aktif, tinggal digunakan. Ternyata gampang," katanya.

Selain itu, kata Falah, menariknya MyPertamina rutin mengadakan promo dan undian dengan hadiah menarik. Dalam setahun ada beberapa periode undian yang akan diundi. Siapapun bisa menang jika aktif menggunakan aplikasi MyPertamina. "Saya sering ikut undiannya. Hadiahnya bagus-bagus. Mulai dari umrah, iphone, motor, logam mulia, mobil sampai tiket nonton MotoGP. Cuman saya belum pernah beruntung," kata Falah, lalu tertawa. 

Meski belum beruntung, Falah mengaku tetap setia menggunakan BBM Pertamina dan aplikasi MyPertamina. Karena kualitasnya, kemudahan penggunaan, serta benefitnya. (wawan lastiawan/prokal.co)

 

 

 

Editor : Wawan
#pertamina patra niaga #pertamina