Puncak Carstensz kembali menelan korban. Pendakian yang seharusnya menjadi momen kemenangan berubah menjadi tragedi mengerikan.
Indira Alaika, salah satu pendaki yang selamat, akhirnya muncul ke publik dan mengungkap kisah pilu saat dirinya dan rekan-rekannya bertahan hidup dalam cuaca ekstrem di salah satu gunung tertinggi di Indonesia.
"Kami terjebak dalam badai salju dan hujan deras. Hipotermia mulai menyerang, dan kami harus bertahan di Summit Ridge semalaman," ungkap Indira melalui unggahan Instagram yang langsung menyedot perhatian publik.
Tragedi ini terjadi saat lima pendaki Indonesia berusaha mencapai puncak. Dua pendaki, Lilie Wijayati Poegiono dan Elsa Laksono, tak mampu bertahan dan meninggal dunia akibat cuaca yang memburuk secara drastis.
Sementara Indira bersama Alvin Reggy Perdana dan Saroni berjuang bertahan hingga tim penyelamat tiba.
Menurut kronologi yang diungkap Indira, mereka memulai perjalanan dari Basecamp Yellow Valley setelah melakukan aklimatisasi selama dua hari. Perjalanan awal berjalan lancar hingga tiba di puncak. Namun, bencana terjadi saat perjalanan turun.
"Angin bertiup kencang, suhu turun drastis, dan salju mulai turun dengan deras. Kami mulai kehilangan tenaga, dan Lilie serta Elsa berada di posisi yang lebih rentan terkena hipotermia," lanjut Indira.
Upaya penyelamatan dilakukan oleh para guide dan tim rescue, tetapi medan yang berat serta cuaca yang semakin buruk membuat pertolongan datang terlambat.
Salah satu guide lokal, Yustinus Sondegau, sempat berusaha membawa bantuan berupa sleeping bag, flysheet, air panas, dan radio, tetapi tak bisa mencapai titik lokasi Indira dan rekan-rekannya.
"Kami hanya bisa berpegangan satu sama lain dan berharap pagi segera datang. Ketika akhirnya tim rescue tiba, kami hampir tak bisa bergerak," tambahnya.
Tim penyelamat yang terdiri dari tiga guide internasional, Garret Madison, Tashi Sherpa, dan Ben Jones, akhirnya berhasil menemukan Indira, Alvin, dan Saroni dalam kondisi kritis.
Ketiganya langsung diberikan pertolongan pertama, pakaian kering, makanan, dan obat-obatan sebelum dibantu turun ke basecamp. Kabar meninggalnya Lilie dan Elsa menjadi pukulan berat bagi dunia pendakian Indonesia.
Banyak pendaki menyampaikan belasungkawa dan harapan agar prosedur keselamatan dalam ekspedisi ke Puncak Carstensz diperketat. "Pendakian ini bukan sekadar perjalanan ke puncak. Ini adalah pertarungan dengan alam. Kami kehilangan dua sahabat, dan itu meninggalkan luka yang dalam bagi kami semua," tutup Indira. ***
Editor : Indra Zakaria