PENAJAM – Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Yusuf Basra, menyampaikan kabar baik tentang meningkatnya minat baca masyarakat PPU. Tren ini semakin jelas terlihat dengan tingginya jumlah buku yang dipinjam, bahkan beberapa koleksi tertentu sudah habis hingga tak tersedia lagi untuk sementara waktu.
“Jumlah buku yang ada, beberapa sudah habis dipinjam. Misalnya, satu judul hanya tinggal tiga eksemplar, dan semuanya sudah dipinjam. Banyak yang ingin meminjam, tapi harus menunggu giliran karena stoknya kosong,” ujar Yusuf, Jumat (25/4/2025).
Peningkatan ini, menurut Yusuf, seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin mempermudah pengelolaan perpustakaan dengan sistem pencatatan elektronik. Meskipun begitu, ia mengakui bahwa buku fisik masih memiliki daya tarik tersendiri bagi sebagian masyarakat.
“Buku fisik itu memberikan kenyamanan lebih. Mata tidak cepat lelah, dan bagi sebagian orang, aroma buku itu sangat khas dan tak tergantikan,” tambahnya, menunjukkan sisi sentimental yang masih kuat terkait dengan buku-buku cetak.
Yusuf menekankan bahwa budaya membaca sangat vital sebagai dasar pengembangan pengetahuan dan keterampilan. Baginya, membaca bukan hanya tentang memahami teks, tetapi juga membuka cakrawala baru untuk mendalami data dan informasi yang krusial bagi kemajuan setiap individu, terutama mereka yang menduduki posisi kepemimpinan.
“Baca adalah metode paling efektif untuk belajar. Dari membaca, kita bisa mengembangkan pemahaman, termasuk kemampuan untuk menganalisis statistik dan data, yang sangat penting dalam semua profesi, apalagi untuk pemimpin,” jelasnya.
Selain itu, Yusuf juga memberikan perhatian pada peran media sosial dalam mempromosikan literasi. Namun, ia mengingatkan pentingnya literasi digital untuk memastikan masyarakat dapat membedakan informasi yang benar dari yang hoaks.
“Media sosial bisa menjadi alat yang efektif untuk mempromosikan literasi, tetapi kita harus memiliki literasi dasar. Tanpa itu, kita mudah terjebak dalam informasi yang tidak berguna atau bahkan merugikan,” tambahnya.
Dengan semakin berkembangnya budaya membaca dan menulis, Yusuf mengajak masyarakat untuk terus berkarya, menulis, dan membaca sebagai bentuk kontribusi mereka terhadap kemajuan ilmu pengetahuan.
“Buku adalah jendela dunia. Seseorang belum sepenuhnya berkembang jika belum berbagi ilmunya melalui tulisan,” tutup Yusuf. (kim/adv)
Editor : Wawan