Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pemprov Kaltim Beri Insentif untuk Guru Rp500 Ribu per Bulan

Indra Zakaria • Senin, 23 Juni 2025 - 11:07 WIB
ilustrasi guru
ilustrasi guru

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memberikan insentif sebesar Rp500 ribu per bulan kepada guru dari jenjang PAUD hingga SMA, termasuk tenaga pendidik di lembaga pendidikan keagamaan. Bantuan tersebut akan disalurkan selama enam bulan, mulai Juli hingga Desember 2025.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setprov Kaltim, Dasmiah, menyebutkan bahwa total penerima insentif mencapai 36.222 guru yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Kaltim.

“Masing-masing akan menerima bantuan sebesar Rp500 ribu per bulan, yang diberikan untuk periode Juli hingga Desember 2025, bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru,” jelas Dasmiah.

Pemberian insentif ini merupakan bagian dari perluasan program unggulan Pemprov Kaltim, yaitu Gratispol (Gratis Total Pendidikan dan Pelayanan Publik). Program ini sebelumnya menyasar mahasiswa, dan kini diperluas untuk mendukung para guru yang dinilai memiliki peran vital dalam pembangunan sumber daya manusia.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud. Ia menegaskan komitmennya untuk mendukung pendidikan sejak jenjang paling dasar. “Program Gratispol kita juga menyentuh guru-guru yang berdedikasi di pendidikan dasar dan keagamaan. Kita ingin memberi dukungan berupa insentif agar semangat mereka dalam mendidik semakin tinggi,” ujarnya.

Insentif akan diberikan kepada para guru di jenjang PAUD, TK, SD, SMP, serta pengajar di lembaga TPA, TPQ, pondok pesantren, RA, MI, dan MTs. Tujuannya adalah memperkuat fondasi pendidikan sejak usia dini serta mengakui kontribusi lembaga pendidikan nonformal dan keagamaan.

Rudy juga menekankan bahwa pembangunan sektor pendidikan harus dimulai sejak usia dini. Oleh karena itu, peningkatan kesejahteraan guru menjadi prioritas dalam menciptakan Generasi Emas Kaltim di masa depan.

“Ini bentuk apresiasi kita kepada guru-guru yang selama ini bekerja dengan penuh pengabdian, meskipun banyak di antaranya belum mendapat perhatian maksimal,” pungkas Dasmiah. (adv/diskominfo/i)

 

Editor : Indra Zakaria