Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Lewat Kampanye "Andai Tau Duluan", BPJS Ketenagakerjaan Ajak Pekerja Informal Lindungi Masa Depan

Wawan • Kamis, 28 Agustus 2025 - 21:10 WIB
Photo
Photo

PROKAL.co, PANGKALAN BUN- Dengan iuran mulai dari Rp36.800 per bulan, pekerja informal seperti seniman, musisi, penari, penulis, dan profesi lainnya dapat menikmati perlindungan dari tiga program utama BPJS Ketenagakerjaan, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT).

BPJS Ketenagakerjaan meluncurkan kampanye iklan “Andai Tau Duluan” di televisi dan kanal media sosial resmi seperti YouTube, Instagram, dan Facebook. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan kesadaran pekerja informal akan manfaat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, sehingga tidak ada lagi pekerja yang menyesal karena tidak mengetahui hak dan manfaat perlindungan sosial ketenagakerjaan.

Hingga Agustus 2025, jumlah peserta informal yang telah terdaftar baik secara mandiri maupun melalui komunitas mencapai 8,6 juta orang di seluruh Indonesia.

“Saya mau mengajak seluruh pekerja seni dan informal untuk bergabung dengan BPJS Ketenagakerjaan agar mendapat manfaat yang luar biasa. Caranya gampang, tinggal daftar saja lewat aplikasi JMO (Jamsostek Mobile),” ujar Andre Taulany dalam kunjungannya ke Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan.

Pertemuan Andre Taulany dengan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Pramudya Iriawan Buntoro, menjadi momentum penting untuk mengingatkan seluruh pekerja tentang arti penting perlindungan jaminan sosial.

“Jangan sampai kita menyesal dan berkata ‘Andai Tau Duluan’ ketika risiko kerja datang. BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk memastikan seluruh pekerja dapat bekerja dengan tenang, nyaman, dan keluarga mereka terlindungi,” tegas Pramudya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pangkalan Bun, Nursalam Halim, turut menambahkan bahwa kampanye ini diharapkan menjangkau pekerja di seluruh pelosok, termasuk daerah-daerah dengan sektor informal yang dominan.

“Masih banyak pekerja di daerah yang belum memahami manfaat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Dengan kampanye seperti ‘Andai Tau Duluan’, kami ingin membuka wawasan mereka bahwa perlindungan sosial bukan hanya untuk pekerja formal, tapi juga bagi para pejuang nafkah yang bekerja mandiri. Dengan iuran yang terjangkau, mereka dan keluarga bisa lebih tenang,” kata Nursalam.

Kampanye “Andai Tau Duluan” juga selaras dengan tagline “Kerja Keras Bebas Cemas” yang digaungkan BPJS Ketenagakerjaan, guna memastikan semua pekerja memiliki masa depan yang lebih aman dan sejahtera.

Editor : Wawan
#bpjs ketengakerjaan