Catatan: Faroq Zamzami
(Jurnalis Kaltim Post dan Prokal.co)
PROKAL.CO-Mengurus paspor di Imigrasi Balikpapan sekarang semakin mudah dan nyaman. Ini pengalaman pribadi. Tidak di-endorse ya. Ah, kok jadi seperti content creator kalimat saya. He-he-he.
Pada Selasa, 9 September 2025 saya ke Kantor Imigrasi Balikpapan di Jalan Jenderal Sudirman. Di pusat kota. Di kawasan perkantoran.
Jadwal saya mengurus paspor di kantor tersebut pukul 09.01 hingga 10.01 Wita. Jadwal itu saya dapat dari mengisi data sebelumnya di aplikasi M-Paspor.
Ini ketiga kalinya saya mengurus paspor. Pertama di Samarinda pada 2009. Berlaku lima tahun. Kedua di Balikpapan pada 2016, juga berlaku lima tahun. Semuanya berurusan langsung datang ke kantor Imigrasi. Belum online.
Sekarang pengurusan paspor melalui M-Paspor. Saya juga baru tahu karena mau berurusan dengan Imigrasi.
Dari googling-googling ada informasi yang menyebutkan mengurus paspor masih bisa langsung datang ke kantor Imigrasi. Tapi waktunya ditentukan. Pukul 08.00 hingga 09.00. Itupun jumlahnya dibatasi. Tak lebih 10 paspor. Lima kalau tidak salah, pastinya.
Pekan sebelum saya ke kantor Imigrasi itu, saya mengisi pendaftaran pembuatan paspor di M-Paspor. Ini salah satu aplikasi paling mudah digunakan, sederhana, tak banyak fitur, fungsi yang utama.
Jangan lupa siapkan berkas persyaratannya dalam bentuk foto di galeri handphone. Karena saya mengurus paspor untuk penggantian, jadi syaratnya tak terlalu banyak. KTP, kartu keluarga (KK), paspor lama, ijazah. Sudah.
Selebihnya tinggal mengisi data diri sesuai KTP. Data orangtua. Data istri. Sudah.
Kemudian pilih mau mengurus paspor di kantor mana. Saya ya memilih di Imigrasi Balikpapan yang di Jalan Jenderal Sudirman itu. Itu yang paling dekat dari tempat tinggal saya sesuai KTP di Penajam Paser Utara (PPU). Menyeberangi satu teluk.
Kemudian pilih jenis paspor untuk menyesuaikan pembayaran. Untuk jenisnya ada dua kategori. Paspor elektronik lima tahun biayanya Rp 650 ribu dan paspor elektronik 10 tahun Rp 950 ribu. Saya pilih yang 10 tahun.
Kemudian akan diberi opsi pembayaran. Saya bayar pake mobile banking. Perhatikan soal pembayaran karena ada batas waktunya. Pembayaran juga bisa offline. Setelah itu pilih jadwal kedatangan ke kantor Imigrasi.
Akan muncul tanggal dan terlihat angka-angka, dugaan saya itu jumlah orang yang akan berurusan dengan Imigrasi pada tanggal-tanggal tersebut ketika kita klik. Tinggal pilih, cari yang sepi. Sudah.
Sesuai jadwal kedatangan, pada 9 September 2025 itu, di meja resepsionis di lantai dua, saya ditanya sudah berurusan dengan M-Paspor atau belum.
Kalau sudah ditanya lagi, penggantian atau buat baru. Karena buat paspor penggantian, saya diberi selembar kertas yang berisi tanda terima paspor lama. Di kertas ini akan dibubuhi materai, jadi jangan lupa bawa materai.
Kalau tak bawa materai, tenang, jalan beberapa langkah, di bagian luar ruangan, ada toko alat tulis dan foto kopi yang menjual meterai.
Setelah isi berkas tersebut, ambil nomor antrean. Saya dapat nomor antrean dengan dua nomor di depan saya. Tak sampai 10 menit, nomor saya dipanggil ke loket. Ditanya oleh petugas loket apakah sudah isi M-Paspor. Jawaban saya sama. Sudah.
Berkas tadi yang saya isi dimasukan petugas ke dalam map kuning bersama paspor lama. Di bagian depan bawah map tertulis map gratis. Di loket ini, kalau tidak dihitung dengan saya membeli materai, paling hanya 5-7 menit.
Lantas, saya diarahkan ke lantai tiga untuk foto. Menuju lantai tiga ada petugas yang akan membukakan lift dan mengarahkan kunci kartu yang dia pegang di bagian sensor untuk kemudian menekan lantai tiga.
Sampai di lantai tiga, untuk tahap selanjutnya, antrean saya juga tak panjang. Di belakang empat nomor. Suasana menunggu di lantai tiga nyaman. Tak kalah dengan di lantai dua.
Di lantai tiga, kursi untuk menunggu yang langsung berhadapan dengan loket pelayanan berupa meja dan sofa.
Di atas meja ada sejumlah majalah untuk bacaan yang tersusun rapi. Saya buka-buka, majalah itu diproduksi oleh internal Imigrasi Balikpapan.
Sementara kursi untuk baris-baris yang ke belakangnya berupa kursi sofa satu-satu warna merah hati. Berjarak. Jadi kesannya satu orang satu kursi empuk yang warna merah itu.
Baca Juga: Ponpes Al-Mujahidin Balikpapan Gelar Fortasi, Perkenalkan Lingkungan Pesantren
Di salah satu dinding ada kudapan alias snack yang disediakan dengan keterangan snack gratis. Nomor saya dipanggil. Berkas saya serahkan. Petugas mengarahkan saya ke sisi samping loket untuk menghadap kamera. Cekrek.
Kemudian scan sidik jari kesepuluh jari. Ditanya petugas di loket itu, buat paspor untuk rencana ke mana? Dan akan berangkat kapan? Pertanyaan petugas tak lebih dari itu.
Setelah itu, saya diberi tanda terima pengambilan paspor. Sudah. Di loket itu saya rasa tak lebih 12 menit.
Saya kembali ke kantor Imigrasi pada Jumat, 12 September 2025. Untuk mengambil paspor baru plus paspor lama.
Sehari sebelum waktu pengambilan paspor, saya diingatkan pesan otomatis melalui WhatsApp (WA) dari Imigrasi bahwa paspor telah selesai.
Saat pengambilan saya memanfaatkan fasilitas drive thru alias lantatur, layanan tanpa turun. Cepat. Tak lebih 12 menit.
Saat sampai di loket drive thru, menyerahkan kertas pengambilan paspor, petugas mengatakan tunggu sebentar karena sedang disiapkan.
Kemudian petugas datang lagi dengan tanda terima yang harus saya tanda tangani dan menyerahkan paspor saya yang dikemas dalam plastik bening. Sudah. Pulang. (*)
Editor : Faroq Zamzami