BALIKPAPAN – Upaya penataan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus dilakukan agar keberadaannya tetap mendukung pertumbuhan ekonomi tanpa mengganggu ketertiban umum. Hal itu disampaikan Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Wahyullah Bandung, saat ditemui pada Senin (20/10/2025) di Restauran Dandito Sepinggan usai acara Partai Golkar.
Wahyullah yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) menjelaskan, pihaknya turut membantu menata dua titik kegiatan UMKM, yakni di Taman Tiga Generasi dan kawasan Balikpapan Baru, tepatnya di seberang Pasar Segar.
“Kalau yang kemarin itu, kebetulan saya juga Ketua LPM. Kami membantu menata dua titik UMKM, di Taman Tiga Generasi dan di seberang Pasar Segar Balikpapan Baru,” ungkap Wahyullah.
Ia menambahkan, meski para pelaku UMKM tersebut secara legal tidak diperbolehkan berjualan di atas fasilitas umum, di sisi lain keberadaan mereka tetap penting bagi roda perekonomian kota.
“Kota ini juga butuh investasi dan ekonomi yang bertumbuh. Pertumbuhan ekonomi itu justru terbangun dari masyarakat yang menjalankan usaha di lapangan,” jelasnya.
Oleh karena itu, LPM bersama pihak terkait melakukan penataan kawasan UMKM agar aktivitas mereka lebih tertib dan tidak menimbulkan kemacetan atau gangguan bagi masyarakat sekitar.
“Sekarang mereka sudah menjadi binaan LPM, termasuk di kawasan depan SMA 5 Balikpapan. Harapannya, UMKM ini bisa berjalan lebih tertib, tidak menutup jalan, dan masyarakat yang melintas maupun berbelanja bisa sama-sama nyaman,” ujarnya.
Wahyullah menegaskan, penataan ini bukan untuk membatasi, melainkan untuk menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi masyarakat dan kenyamanan ruang publik di Kota Balikpapan. (adv/ica)
Editor : Wawan