PROKAL.co, Balikpapan – Derasnya hujan yang kerap menyebabkan banjir, kemacetan lalu lintas yang semakin parah pada jam sibuk, serta krisis air bersih di sejumlah kawasan menjadi sorotan tajam Fraksi NasDem DPRD Kota Balikpapan. Anggota DPRD Fraksi NasDem, Vera Yulianti, menegaskan perlunya langkah nyata dan terukur dari Pemerintah Kota Balikpapan untuk mengatasi persoalan klasik tersebut agar kota ini tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga nyaman dan layak huni bagi warganya.
Pernyataan itu disampaikan Vera usai Rapat Paripurna ke-3 Masa Sidang I Tahun 2025–2026 yang digelar di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Senin (27/10/2025). Dalam rapat tersebut, Fraksi NasDem menyampaikan pandangan umum terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), yakni Raperda tentang Penataan dan Pembinaan Gudang serta Raperda tentang Penyelenggaraan Pengarusutamaan Gender (PUG).
Mengawali pandangannya, Vera mengajak seluruh pihak meneladani semangat nasionalisme yang tercermin dalam peringatan Hari Santri Nasional, Hari Dokter Nasional, dan Hari Sumpah Pemuda, yang semuanya jatuh pada bulan Oktober. Menurutnya, semangat kolaborasi dan pengabdian dari momentum tersebut seharusnya menjadi inspirasi dalam membangun Balikpapan yang lebih baik.
Terkait Raperda Penataan dan Pembinaan Gudang, Fraksi NasDem menyatakan dukungan terhadap upaya pemerintah menata kawasan pergudangan sesuai dengan tata ruang kota. Namun, Vera menegaskan agar penyusunan regulasi daerah tetap mengacu pada aturan nasional, seperti Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan serta Permendag Nomor 90 Tahun 2014 tentang Pembinaan dan Penataan Gudang. Ia berharap kebijakan tersebut tidak tumpang tindih dan dapat mendukung iklim usaha yang sehat di Balikpapan.
Selain membahas regulasi, Vera juga menyoroti berbagai persoalan publik yang masih menjadi keluhan warga. Mulai dari pelayanan PDAM Manuntung yang belum optimal, proyek drainase yang dinilai belum mampu menanggulangi banjir secara efektif, hingga kemacetan lalu lintas yang makin parah akibat minimnya alternatif jalur dan kurangnya ketegasan penegakan aturan lalu lintas.
“Pemerintah harus bertindak cepat. Lakukan evaluasi menyeluruh, buka akses jalan baru, dan pastikan pelayanan air bersih merata hingga ke seluruh wilayah,” tegas Vera.
Ia juga meminta pemerintah menertibkan penggunaan trotoar dan fasilitas umum yang kerap disalahgunakan sebagai lapak pedagang kaki lima. Menurutnya, ketertiban dan kebersihan kota merupakan bagian penting dari wajah Balikpapan sebagai kota modern.
“Balikpapan harus menjadi kota yang rapi, aman, dan berdaya saing tinggi. Jangan biarkan persoalan banjir, macet, dan air bersih terus berulang setiap tahun,” pungkas Vera. (oy/adv)
Editor : Wawan