Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Krisis Guru Kaltim Mengkhawatirkan! Kekurangan 3.500 Lebih Guru SMA/SMK/SLB, Komisi IV DPRD Desak Roadmap Komprehensif

Redaksi Prokal • 2025-11-28 15:00:00
INTERUPSI: Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim Darlis Pattalongi mengingatkan soal sinergi eksekutif dan legislatif jelang pembahasan APBD Perubahan 2025 dan Murni 2026. (IST)
INTERUPSI: Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim Darlis Pattalongi mengingatkan soal sinergi eksekutif dan legislatif jelang pembahasan APBD Perubahan 2025 dan Murni 2026. (IST)

SAMARINDA – Persoalan kekurangan tenaga pendidik di Kalimantan Timur kembali menjadi isu mendesak di tingkat legislatif. Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, M Darlis Pattalongi, menegaskan bahwa kondisi defisit guru saat ini sudah berada pada titik yang sangat mengkhawatirkan dan berpotensi mengancam kualitas lulusan daerah.

Darlis merinci bahwa Kaltim saat ini menghadapi defisit guru dalam jumlah besar di tiga jenjang pendidikan SMK: Kekurangan hampir 2.000 guru, SMA kekurangan sekitar 1.000 guru dan SLB kekurangan sekitar 500 guru.

"Ini angka yang besar sehingga perlu roadmap pemenuhan guru secara menyeluruh," ungkap Darlis. Total kekurangan mencapai lebih dari 3.500 guru, yang menurutnya adalah cerminan nyata dari beban berat yang harus ditanggung dunia pendidikan.

Kondisi defisit guru ini menyebabkan pemerataan kualitas pendidikan sulit dicapai. Guru yang ada harus menanggung beban mengajar melebihi kapasitas ideal, mengakibatkan proses pembelajaran seringkali tidak maksimal. Sekolah pun terpaksa menyesuaikan jumlah kelas dan jam belajar dengan keterbatasan tenaga pengajar.

Darlis menilai, jika masalah kekurangan guru ini tidak segera ditangani secara strategis, maka kualitas lulusan sekolah di Kaltim akan tertinggal dibandingkan daerah lain.

Selain fokus pada jumlah, Darlis juga menyoroti aspek kompetensi guru. Ia menekankan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cepat menuntut guru untuk terus memperbarui kapasitasnya.

"Kita harus mengantarkan guru-guru kita memiliki pengetahuan yang berkembang," tegas Darlis, mengingatkan bahwa guru adalah fasilitator yang harus mampu mengarahkan siswa menghadapi tantangan zaman. (adv/dprdkaltim/i)

Editor : Indra Zakaria