Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Pupuk Subsidi Masih Jadi Keluhan Petani, DPRD Kaltim Dorong BUMDes Ambil Peran Distribusi

Indra Zakaria • 2025-12-01 15:00:00
Guntur
Guntur

SAMARINDA – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Guntur, menyoroti persoalan klasik mengenai distribusi pupuk subsidi yang hingga kini masih menjadi keluhan utama bagi banyak petani di daerah. Meskipun aspirasi dan permintaan bantuan kerap disampaikan langsung oleh petani, Guntur mengakui bahwa pemerintah provinsi tidak memiliki kewenangan untuk menyalurkan pupuk subsidi secara langsung, karena kewenangan tersebut berada di pemerintah pusat.

“Keluhan soal pupuk ini terus muncul, sementara kewenangannya berada di pemerintah pusat,” ujarnya saat ditemui di Samarinda, beberapa waktu lalu.

Untuk mengatasi masalah ini, Guntur menyampaikan bahwa Komisi II akan segera memperkuat koordinasi dengan kementerian terkait agar sistem pengawasan dan distribusi pupuk subsidi dapat diperbaiki.

Guntur menilai penyaluran pupuk harus dilakukan dengan pola yang lebih terarah agar tidak menyulitkan petani di lapangan. Salah satu solusi konkret yang ia dorong adalah melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau koperasi desa dalam proses distribusi.

Ia berargumen, dengan posisi BUMDes yang berada dekat dengan masyarakat, proses verifikasi jumlah petani dan kebutuhan pupuk dapat dilakukan secara lebih akurat dan tepat sasaran. “Jika BUMDes yang mengelola, distribusi bisa lebih tepat sasaran dan sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi desa,” imbuh Guntur.

Guntur menegaskan bahwa pupuk subsidi sejatinya diperuntukkan bagi petani dan bukan untuk diperjualbelikan secara bebas. Namun di lapangan, praktik penyimpangan dinilai masih terjadi karena minimnya pengawasan. Dengan menjadikan BUMDes sebagai pengelola distribusi, Guntur berharap celah penyimpangan dapat diminimalkan. Selain itu, ia menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan dan transparansi data agar program pupuk subsidi benar-benar membantu petani meningkatkan produksi.

“Mekanisme ini dapat menjadi langkah konkret dalam memperbaiki tata kelola pupuk dan memperkuat sektor pertanian di Kalimantan Timur,” jelasnya. (adv/dprd/i)

Editor : Indra Zakaria