Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Ambisi Rudy Mas’ud: Bangun Waterfront Road di 2 Kota Senilai Rp7 Triliun di Tengah Efisiensi Anggaran

Redaksi Prokal • 2026-01-12 06:18:33
Rudy Mas’ud
Rudy Mas’ud

SAMARINDA – Meski tengah menghadapi tantangan penyusutan APBD akibat pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tetap tancap gas dalam urusan infrastruktur. Sebuah proyek ambisius berupa pembangunan jalan tepi air atau waterfront road kini tengah disiapkan untuk dua kota utama, Samarinda dan Balikpapan.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, mengungkapkan bahwa total anggaran yang diproyeksikan untuk mega proyek ini mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp7 triliun. Angka ini bahkan melampaui biaya awal pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) era Gubernur Awang Faroek Ishak yang kala itu berada di kisaran Rp3 triliun.

Rudy merincikan bahwa dari total anggaran tersebut, sekitar Rp2 triliun akan dialokasikan untuk pembangunan di Samarinda, sementara Rp5 triliun sisanya diperuntukkan bagi Balikpapan. Langkah besar ini diproyeksikan sebagai solusi jangka panjang untuk memperkuat konektivitas Kaltim sebagai kawasan penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN).

Di Samarinda, jalur waterfront road direncanakan membentang dari kawasan Jembatan Mahkota II hingga ke Selili. Rute strategis ini diharapkan mampu memecah konsentrasi kendaraan yang selama ini menumpuk di area Jembatan I dan kawasan Sungai Dama. Sementara di Balikpapan, jalur serupa akan menghubungkan kawasan Bandara SAMS Sepinggan hingga ke Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera), guna mengurai kemacetan kronis di Jalan Jenderal Sudirman.

Gubernur menekankan bahwa pembangunan ini adalah langkah antisipatif agar Samarinda dan Balikpapan tidak lumpuh oleh kemacetan saat IKN beroperasi penuh. Ia berharap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaltim nantinya sanggup menopang kebutuhan biaya proyek tersebut, meski saat ini APBD Kaltim mengalami penurunan dari angka Rp20 triliun menjadi Rp16 triliun.

Hingga saat ini, seluruh rencana tersebut masih dalam tahap studi kelayakan. Pemprov Kaltim optimistis bahwa jika perencanaan ini matang dan kondisi finansial daerah terus membaik, waterfront road akan menjadi wajah baru sekaligus urat nadi transportasi yang vital bagi masa depan Kalimantan Timur. (*)

Editor : Indra Zakaria