Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Layanan "Gratispol" Kaltim Lambat, Mahasiswa Diminta Jangan Malas Baca dan Diminta Banyak Stok Sabar

Redaksi Prokal • 2026-02-04 14:10:00
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setprov Kaltim, Dasmiah
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setprov Kaltim, Dasmiah


SAMARINDA – Program beasiswa "Gratispol" milik Pemprov Kaltim kini tengah diuji kesabarannya—bukan hanya bagi pendaftarnya, tapi juga tim adminnya. Sejumlah mahasiswa mulai "curhat" hingga meluap di kolom komentar media sosial karena layanan pengaduan resmi via WhatsApp dianggap sangat lambat merespons pertanyaan. Rupanya, di balik layar, terdapat ketimpangan jumlah personel yang cukup mencolok: hanya ada 10 admin yang bertugas melayani gelombang pendaftar yang jumlahnya diperkirakan menembus 100 ribu orang.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Kaltim, Dasmiah, mengakui bahwa pelayanan memang tidak bisa dilakukan secara kilat. Dengan rasio satu admin berbanding 10 ribu mahasiswa, kapasitas maksimal pelayanan hanya mampu menjangkau sekitar 100 orang per hari per admin.

Ironisnya, para admin ini tidak sekadar membalas pesan "Halo", melainkan harus melakukan verifikasi data pendaftar satu per satu yang membutuhkan ketelitian tinggi. Alhasil, pesan-pesan mahasiswa seringkali baru bisa terbalas saat hari sudah gelap.

Dasmiah juga menyentil kebiasaan mahasiswa yang sering "malas baca" petunjuk pengisian. Menurutnya, tumpukan pertanyaan di meja admin sebenarnya bisa berkurang drastis jika para pendaftar mau membaca "Buku Pintar" atau panduan yang sudah disediakan dengan cermat. Banyak kendala teknis yang dikeluhkan mahasiswa sebenarnya bersumber dari kesalahan mandiri karena ingin serba cepat tanpa memahami instruksi, yang akhirnya justru menambah beban kerja para admin verifikator.

Meskipun menyadari SDM yang ada saat ini sudah kewalahan, Pemprov Kaltim belum bisa memberikan janji manis terkait penambahan personel dalam waktu dekat. Kendala anggaran menjadi tembok penghalang untuk merekrut lebih banyak admin dari luar internal Kesra. Untuk saat ini, para calon penerima beasiswa diharapkan bisa membudayakan literasi membaca panduan dan menyiapkan "stok sabar" yang banyak selagi menunggu giliran pesan mereka dibalas oleh 10 admin yang sedang bertaruh dengan waktu tersebut. (*)

Editor : Indra Zakaria