Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Produksi Padi Kaltim di Tahun 2025 Naik Signifikan, Kukar Masih Jadi Raja Sawah

Indra Zakaria • 2026-02-04 15:30:00
ilustrasi padi.
ilustrasi padi.


SAMARINDA – Sektor pertanian Kalimantan Timur menunjukkan performa impresif sepanjang tahun 2025. Berdasarkan hasil survei Kerangka Sampel Area (KSA) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, realisasi luas panen padi di Bumi Etam mencapai 66,52 ribu hektare. Angka ini mencatatkan kenaikan sebesar 5,51 persen atau bertambah sekitar 3,48 ribu hektare dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai, mengungkapkan bahwa seiring dengan bertambahnya luas panen, produksi Gabah Kering Giling (GKG) juga ikut terkerek naik. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, Kaltim berhasil memproduksi sekitar 270,87 ribu ton GKG, melonjak 8,50 persen dari tahun 2024. Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi penduduk, total produksi setara dengan 157,55 ribu ton beras.

"Produksi padi tertinggi pada 2025 terjadi pada bulan September dengan capaian 67,68 ribu ton GKG. Sementara titik terendah ada di bulan Januari yang hanya sekitar 0,87 ribu ton," terang Mas’ud Rifai dalam keterangan resminya, Rabu (4/2/2026).

Dari sisi pemetaan wilayah, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih kokoh mempertahankan takhtanya sebagai penghasil padi terbesar di Kaltim, disusul oleh Kabupaten Paser dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Sebaliknya, produksi terendah tercatat di Kota Bontang, Kota Balikpapan, dan Kabupaten Mahakam Ulu, yang secara geografis memang memiliki keterbatasan lahan persawahan.

Kabar baik bagi ketahanan pangan daerah diperkirakan akan berlanjut di awal tahun ini. Potensi luas panen pada periode Januari hingga Maret 2026 diprediksi mencapai 25,20 ribu hektare. Angka proyeksi ini mengalami kenaikan tajam hingga 24,64 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Peningkatan signifikan di awal tahun ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga beras di pasar lokal dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah. (adv/diskominfo/i)

Editor : Indra Zakaria