Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Antisipasi Cuaca Fluktuatif: BPBD Kaltim Tetapkan Status Siaga Bencana Meteorologi Sepanjang Tahun

Redaksi Prokal • 2026-02-06 14:35:00
Ilustrasi hujan. (JAWAPOS)
Ilustrasi hujan. (JAWAPOS)

SAMARINDA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur mengambil langkah proaktif dalam menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang diprediksi akan terus membayangi wilayah tersebut. Sebagai bentuk keseriusan, BPBD Kaltim saat ini tengah berproses untuk menetapkan status siaga bencana meteorologi selama satu tahun penuh.

Langkah ini diambil berdasarkan evaluasi tahun 2025 yang menunjukkan tren cuaca fluktuatif yang mengkhawatirkan, di mana curah hujan tinggi seringkali memicu banjir dan longsor, namun seketika diikuti cuaca panas terik yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Sekretaris BPBD Kaltim, Yasir, menjelaskan bahwa pihaknya telah melayangkan surat peringatan dini kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Kalimantan Timur agar meningkatkan kewaspadaan. Menurutnya, kondisi cuaca saat ini sangat sulit diprediksi, sehingga kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana harus berada dalam level tertinggi. BPBD terus berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di tingkat daerah serta memastikan seluruh peralatan evakuasi dalam kondisi prima agar siap diterjunkan kapan saja dalam situasi darurat.

Dalam sebuah diskusi terkait antisipasi perubahan cuaca ekstrem pada Kamis (5/2/2026), Yasir menekankan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab kolektif seluruh pemangku kepentingan, bukan hanya pemerintah semata. Ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dengan tindakan nyata, seperti tidak membuang sampah sembarangan serta rutin membersihkan saluran air di lingkungan masing-masing sebagai upaya mitigasi banjir secara mandiri.

Lebih lanjut, BPBD mengimbau masyarakat agar aktif memantau prakiraan cuaca melalui kanal resmi guna mengantisipasi risiko secara dini. Setiap keluarga diharapkan memiliki pemahaman dasar mengenai langkah-langkah evakuasi mandiri untuk meminimalisir dampak jika bencana terjadi di wilayah mereka. Jika menghadapi situasi darurat, masyarakat diminta segera menghubungi kantor penanggulangan bencana setempat agar bantuan dapat segera disalurkan secara cepat dan tepat sasaran.(*)

Editor : Indra Zakaria