Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Arus Mudik Sukamara–Pangkalan Bun Masih Landai, Sopir Angkutan Keluhkan Belum Ada Lonjakan

Redaksi Prokal • Rabu, 18 Maret 2026 - 15:15 WIB

LAYANAN : Salah satu bus yang beroperasi melayani penumpang lintas kota lintas provinsi saat singgah transit menurunkan dan menaikan penumpang di Terminal Patih Rumbih Sampit, Rabu (17/12). HENY/RADAR
LAYANAN : Salah satu bus yang beroperasi melayani penumpang lintas kota lintas provinsi saat singgah transit menurunkan dan menaikan penumpang di Terminal Patih Rumbih Sampit, Rabu (17/12). HENY/RADAR

SUKAMARA – Berbeda dengan hiruk-pikuk di kota-kota besar, denyut arus mudik di jalur darat penghubung Sukamara–Pangkalan Bun terpantau masih normal. Hingga pertengahan Maret 2026, jumlah penumpang angkutan umum belum menunjukkan tanda-tanda lonjakan yang signifikan meskipun hari raya Idulfitri kian mendekat.

Padahal, secara kalender pendidikan, masa libur sekolah telah dimulai dan sebagian besar karyawan perusahaan perkebunan di wilayah tersebut sudah mulai memasuki masa cuti lebaran.

Ali, salah satu sopir angkutan rute Sukamara–Pangkalan Bun, mengaku kondisi tahun ini terasa cukup sepi bagi para penyedia jasa angkutan darat. Ia menyebutkan bahwa aktivitas antar-jemput penumpang tidak selalu terjadi setiap hari.

"Saat ini masih normal dan tidak setiap hari mengantar penumpang," ujar Ali dengan nada pasrah saat ditemui di sela kegiatannya. Fenomena belum meningkatnya jumlah penumpang ini diduga kuat karena perubahan tren mudik masyarakat. Banyak warga yang kini lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk efisiensi dan kenyamanan selama di perjalanan.

Selain itu, kebijakan internal perusahaan perkebunan besar yang banyak beroperasi di sekitar Sukamara juga turut memengaruhi omzet para sopir angkutan. Banyak perusahaan yang kini memfasilitasi mudik bersama bagi karyawannya, sehingga mereka tidak lagi menggunakan angkutan umum reguler.

“Informasinya, karyawan perusahaan yang mudik sudah diakomodasi (mudik bareng). Jadi mereka tidak pakai jasa kita lagi,” tambah Ali. Meskipun saat ini kondisi masih landai, para sopir angkutan tetap menaruh harapan besar pada sisa hari menjelang Lebaran. Mereka memprediksi kemungkinan akan ada peningkatan penumpang dari sektor pedagang atau warga lokal yang akan berbelanja ke Pangkalan Bun atau melakukan perjalanan silaturahmi di detik-detik terakhir.

"Kami berharap dalam beberapa hari ke depan ada peningkatan seiring semakin dekatnya Hari Raya," pungkasnya. (*)

Editor : Indra Zakaria