Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Jelang Pemilu, Gubernur Tekankan Taati Aturan

anggri-Radar Tarakan • Selasa, 9 April 2019 - 18:03 WIB

TANJUNG SELOR – Pemilihan umum (pemilu) 2019 sudah di depan mata. Masa tenang hanya tinggal beberapa hari lagi. Namun, di sisa waktu ini, tidak menutup kemungkinan tindakan pelanggaran bakal dilakukan oleh peserta pemilu.

Menyikapi hal itu, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Irianto Lambrie mengingatkan kepada partai politik (parpol), calon anggota legislatif (caleg), dan para pendukung, serta tim pendukung untuk menaati aturan yang berlaku tentang tata tertib pemilu.

“Ini yang terpenting. Tidak perlu ada yang saling sikut menyikut. Karena pada akhirnya, kalau penilaian orang beragama, yang jadi atau terpilih nantinya pasti yang punya takdir,” ujar Irianto kepada Radar Kaltara di Tanjung Selor belum lama ini.

Artinya, yang terpilih nanti, baik itu sebagai presiden, maupun anggota legislatif, itu sudah kehendak dari Allah SWT. Biar bagaimana pun, itu tidak bisa dipungkiri lagi oleh siapapun di muka bumi ini. “Rugi jika kita menyebarkan hal yang tidak baik jika pada akhirnya nanti tidak juga terpilih sesuai dengan apa yang kita inginkan,” tutur mantan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kalimantan Timur (Kaltim) ini.

Pastinya, jangan sampai melakukan hal-hal yang dilarang berdasarkan aturan yang berlaku. Terlebih menyebarkan ujaran kebencian atau berita hoaks atas diri seseorang. Sebab jika itu terjadi, maka yang timbul adalah fitnah.

Hal yang tak kalah pentingnya, jangan sampai ada gerakan-gerakan yang berpotensi bisa membuat atau menciptakan kondisi pesta demokrasi lima tahunan. Khususnya di provinsi termuda Indonesia ini menjadi semakin rawan.

“Jangan sampai ada yang melanggar ketertiban umum dalam pemilu tahun ini. Seperti melakukan politik uang dan lain sebagainya. Ini tidak kita harapkan,” tegasnya.

Sementara, Sekprov Kaltara, Suryansyah menambahkan, khusus di pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kaltara yang akan diselenggaran mulai 10 sampai 13 April nanti, tidak ada yang menyusup untuk kepentingan politik.

“Kami akan bekerja sama dengan Bawaslu untuk mengawasi acara kami ini. Karena ini murni siar agama, bukan tempat ajang politik. Jadi, untuk yang berpolitik, kami harapkan untuk di luar arena MTQ ini,” harapnya.

Intinya, diharapkan pelaksanaan pemilu di Kaltara ini dapat berjalan dengan baik, aman dan lancar sesuai dengan ketentuan yang sudah dibuat, baik oleh KPU maupun pemerintah. (iwk/eza)

Editor : anggri-Radar Tarakan
#pemilu