Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Diterpa Angin Kencang, Baloi Adat Tidung Roboh

anggri-Radar Tarakan • Rabu, 30 September 2020 - 21:36 WIB
ROBOH: Akibat angin kencang, Minggu (27/9) malam, Baloi Adat Tidung di Kecamatan Sesayap Hilir roboh./RIKO/RADAR TARAKAN
ROBOH: Akibat angin kencang, Minggu (27/9) malam, Baloi Adat Tidung di Kecamatan Sesayap Hilir roboh./RIKO/RADAR TARAKAN

TANA TIDUNG - Akibat angin kencang yang terjadi pada Minggu (27/9) malam, Baloi Adat Tidung di Kabupaten Tana Tidung (KTT), yag terletak di Kecamatan Sesayap Hilir roboh.

Memag, dalam seminggu terakhir, Baloi Adat Tidung KTT, sudah terlihat miring yang mana usia dari rumah adat tersebut sudah cukup lama sehingga memang sudah membutuhkan perhatian untuk perbaikan. Pemangku Adat Tidung Kecamatan Sesayap Hilir, Asikinur mengungkapkan, Baloi Adat Tidung yang ada di Kecamatan Sesayap Hilir tersebut memang sudah harus ada perbaikan karena kondisi yang sangat memprihatinkan.

"Memang dalam seminggu ini, rumah adat itu sudah miring. Ketika hujan lebat dan angin kencang, rumah adat itu ditiup angin dan akhirnya roboh," kata Askinur kepada Radar Tarakan, Selasa (29/9) saat berada dilokasi.

Dijelaskannya, pihak adat sudah sering mengajukan perbaikan Baloi Adat Tidung kepada pemerintah daerah. Namun, belum ada tanggapan dari pemerintah sehingga tak kunjung ada perbaikan. “Memang sempat ada dua kali lelang tapi kedua kali lelang itu gagal. Juga sempat dari dinas terkait mengatakan akan menganggarkan Baloi Adat Tidung ini di tahun 2021," jelasnya.

Menurut Asikinur, sebagai pemangku adat tidung tentu sangat menyayangkan akan hal tersebut. Jika Baloi Adat Tidung tidak roboh, tentu tidak akan diperbaiki. Alhasil sekarang Baloi Adat harus direhab total. "Tentu ini sangat disayangkan, karena sudah lama. Baloi Adat Tidung ini sudah harus direhap total. Sekarang dengan robohnya baloi ini baru akan dianggarkan seharusnya dari dulu," ungkapnya.

Diakuinya, Baloi Adat Tidung tersebut sudah berdiri sejak 2003 yang lalu pada zaman Bupati Anang Dahlan, kala itu Kabupaten Tana Tidung masih kecamatan.  "Baloi Adat Tidung ini kan, sudah berdiri pada tahun 2003 pada zaman Bupati Anang Dahlan. Sempat juga ada perbaikan tapi hanya rehab biasa, yang roboh ini hanya di depan saja tidak seluruhnya roboh," jelas Asikinur.

"Ya kita tunggu saja karena ada dinas terkait yang bilang akan menganggarkan di tahun 2021 jadi kita tunggu saja nanti," harapnya.

Terpisah, Camat Sesayap Hilir Safarudin mengatakan, Baloi Adat Tidung yang roboh tersebut usianya telah lanjut atau bisa dikatakan sudah berdiri lama. "Dari pemerintah kabupaten memang telah lama menanggapi perbaikan Baloi Adat Tidung ini dengan melakukan lelang dua kali tapi gagal. Kita tidak tahu kenapa bisa gagal hanya bagian lelang yang tau," kata Safarudin.

Pihak Kecamatan Sesayap Hilir sudah melakukan koordinasi kepada dinas terkait, untuk sementara akan dibongkar dan dirapikan bagian yang roboh tersebut. "Kami sudah berkoordinasi sama Dinas Pendidikan yang mana dinas itu yang punya aset, jadi untuk sementara hanya yang roboh saja kami perbaiki sambil menunggu baloi itu dianggarkan tahun 2021," jelasnya.

Pihaknya juga berharap kepada masyarakat untuk tidak memviralkan hal tersebut karena menurutnya pemerintah sudah pro aktif untuk membangun Baloi Adat Tidung kembali. "Jadi untuk sementara kita amankan dulu, kita perbaiki yang roboh dulu kita takut terjadi hal yang lain. Jadi saya tegaskan 2021 itu pasti akan dibangun kembali dan untuk warga harap bersabar," tukasnya. (rko/fly)

 

Editor : anggri-Radar Tarakan