Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Main Layangan Sekarang Membahayakan

izak-Indra Zakaria • 2023-09-27 10:50:58
Photo
Photo

BANYAKNYA anak-anak bermain layangan akhir-akhir ini menimbulkan keresahan tersendiri bagi masyarakat. Hal tersebut lantaran beberapa peristiwa yang pernah terjadi akibat benang layangan membahayakan orang lain.

Karena Fenomena tersebut sehingga Satpol PP Tarakan beberapa kali mendapatkan laporan dari masyarakat terhadap adanya aktivitas bermain layangan yang membahayakan lalu lintas.

Saat dikonfirmasi, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tarakan Sofyan menerangkan, jika saat ini pihaknya telah melakukan imbauan kepada orangtua agar melarang anaknya bermain layangan. Pasalnya, saat ini Tarakan memiliki pemukiman padat dan cukup berbahaya dengan adanya aktivitas bermain layangan.

“Beberapa waktu lalu kami memang mendapatkan laporan adanya aktivitas bermain layangan yang meresahkan. Sehingga kami memperingati warga akan dampak bahaya yang ditimbulkan dari bermain layang-layang ini. Selain membahayakan keselamatan, ketinggian layang – layang juga bisa membahayakan maskapai penerbangan,” ujarnya.

Dikatakannya, pihaknya tidak melarang permainan tradisional anak. Namun untuk saat ini permainan layang-layang sudah tidak relevan dimainkan di kota Tarakan. Mengingat banyaknya bangunan dan kabel listrik di pemukiman. Lanjutnya, permainan layang-layang dapat dimainkan dalam momen tertentu misalnya festival dan lokasinya berada jauh dari perkotaan seperti pantai.

“Bukan kita tidak mendukung permainan tradisional, tapi khusus layang-layang ini memang sudah tidak cocok lagi dimainkan untuk saat ini karena kondisinya. Kami dulu juga pernah main layangan, tapi waktu Tarakan belum seramai sekarang,” terangnya.

“Kami juga mengimbau kepada anak-anak untuk tidak mengejar layangan. Dikhawatirkan anak -anak bisa tertabrak kendaraan atau menganggu lalu lintas. Kami (Satpol PP) bakal mengamankan anak yang mengejar layangan hingga ke jalan – jalan yang dapat membahayakan diri maupun pengendara,”tegasnya.

Dikatakannya, sejauh ini pihaknya melakukan pelarangan dengan pendekatan kepada orangtua turut serta mengawasi anaknya. Karena diinginkan menurutnya kerugian dari bermain layangan juga turut ditanggung orangtua jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Sehingga kata dia peran orangtua sangat diperlukan untuk melarang aktivitas sang anak.

“Sejauh ini kami melakukan pelarangan yang humanis dengan mengimbau kepada orangtuanya. Karena kalau ada apa-apa misalnya anaknya tertabrak atau benang layangan mengenai orang pasti orangtuanya juga yang bertanggung jawab. Sehingga penting orangtua memeberikan pemahaman kepada anaknya bahayanya bermain layangan,”jelasnya.

“Tahun ini belum ada kecelakaan yang disebabkan oleh layangan, kalau dulu pernah. Semoga tidak ada. Kami juga mengimbau kepada pedagang tidak menjual layangan atau benang layangan. Karena kalau tidak dijual anak-anak juga tidak bisa memainkannya. Mereka main kan karena ada yang jual,” pungkasnya. (zac/har)

Editor : izak-Indra Zakaria