Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Realisasi APBN di Kaltara Capai 85,93 Persen

izak-Indra Zakaria • Jumat, 3 November 2023 - 18:48 WIB
PAPARAN: Tenaga Pengkaji Bidang Perbendaharaan Kemenkeu, Sulaimansyah memaparkan realisasi APBN 2023 di tarakan, Rabu (1/11). FOTO: AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
PAPARAN: Tenaga Pengkaji Bidang Perbendaharaan Kemenkeu, Sulaimansyah memaparkan realisasi APBN 2023 di tarakan, Rabu (1/11). FOTO: AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

Kementerian Keuangan RI menggelar press rilis ALCo regional triwulan II di Kantor KPKNL Kota Tarakan, Rabu (1/11). Tenaga Pengkaji Bidang Perbendaharaan Kemenkeu, Sulaimansyah memaparkan kinerja APBN hingga September 2023 mulai dari realisasi pendapatan negara dan hibah tercatat Rp 2,54 triliun atau telah mencapai 85,93 persen dari target APBN 2023.

Lanjutnya, capaian tersebut lebih tinggi Rp 199,94 miliar secara yoy/secara tahunan. Kemudian melanjutkan tren kinerja yang masih positif sejak awal 2023, dari sisi pertumbuhan, realisaai pendapatan negara dan hibah tumbuh 8,54 persen (yoy).

“Ini meningkat dibandingkan periode bulan sebelumnya. Secara nominal, realisasi komponen pendapatan negara bersumber dari penerimaan perpajakan yang mencapai Rp 2.307,41 miliar.

Kemudian penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang mendapat Rp232,69 miliar. Selanjutnya dari sisi pertumbuhan, realisasi penerimaan perpajakan san PNBP tumbuh berturut-turur sebesar 6,76 persen secara yoy dan 30,11 persen secara yoy,” ujarnya.

Sementara itu, capaian masing-masing komponen pendapatan negara terhadap target berturut-turut yaitu, perpajakan 83,93 persen dan PNBP 112,51 persen. Lanjutnya, realisasi belanja negara sampai September 2023 capai Rp 8,522,54 triliun atau 67,01 persen dari pagu dan mencatat pertumbuhan sebesar 23,86 persen.

Adapun realisasi belanja negara tersebut meliputi belanja pemerintah pusat sebesar Rp 2,651,66 triliun atau 62,68 persen dari pagu dan naik 18,62 persen (yoy). Termasuk transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp 5,870,88 triliun atau 69,19 persen dari alokasi atau naik 21,82 persen secara yoy.

“Perkembangan terkini aktivitas ekonomi di negara utama memberikan gambaran prospek ekonomi global yang masih lemah. Kami mengambil contoh ekonomi Amerika Serikat masih mengalami pelemahan sektor riil dan perdagangan.

Ekonomi Tiongkok juga demikian mengalami pemulihan ekonomi yang lemah dan prospek pertumbuhan yang melambat. Begitu juga ekonomi Eropa masih terus mengalami tingkat inflasi yang tinggi, aktivitas sektor riil masih lemah namun sektor jasa mengalami ekspansi,” tuturnya.

Dikatakannya, secara global purchasing managers indeks (PMI) manufaktur masih berada pada zona konstraksi. Perkembangan harga komoditi global menunjukkan harga minyak mentah dunia meningkat didorong oleh penurunan sisi suplai.

“Adapun untuk kondisi perkembangan aktivitas ekonomi nasional masih tetap kuat dan laju inflasi tetap terkendali. Risiko perlambatan aktivitas global tetap perlu diwaspadai dampak ya terhadap prospek ekonomi nasional,” pungkasnya. (zac/lim)

 

 
 
 
Editor : izak-Indra Zakaria