TANJUNG SELOR – Peluang kerja yang belum sebanding dengan lulusan sarjana, masih menjadi pekerjaan rumah. Tak hanya bagi kalangan pemerintahan, namun juga bagi perguruan tinggi untuk mencetak sarjana yang memiliki daya saing global.
Seperti disampaikan Rektor Universitas Kaltara Prof. Abdul Jabarsyah Ibrahim, calon sarjana mesti dibekali dengan kreativitas sehingga dapat berinovasi ketika menyelesaikan pendidikan. Misal, kata dia, membuka usaha ketika telah lulus kuliah.
Dengan begitu, para lulusan perguruan tinggi dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan ikut mengurangi pengangguran. Karena itu, pihaknya pun secara perlahan mulai meninggalkan sistem perkuliahan dengan cara konvensional. Yakni, pemberian materi dalam ruangan diubah dengan kuliah di luar ruangan.
"Akan lebih banyak belajar di luar kelas ataupun di dalam ruangan laboratorium," ujar Jabarsyah, Selasa (23/4).
Selain itu, kata dia, juga berupaya ditingkatkan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa sehingga nantinya menjadi entrepreneur. Dan, upaya yang dilakukan pihaknya ini, agar ada perubahan pola pikir dari mahasiswa bahwa ketika lulus kuliah tidak hanya mengandalkan mencari pekerjaan atau menjadi PNS.
"Tapi, memang ini menjadi tantangan buat kami di era sekarang. Namun, ada beberapa program yang sedang kami rintis, agar mahasiswa memiliki kreativitas dan inovasi ketika menjadi seorang sarjana," ujar pria yang pernah menjabat Rektor Universitas Borneo Tarakan.
Inovasi yang ia maksud salah satunya soal perubahan sistem perkuliahan. Karena menurutnya, mahasiswa merupakan agen perubahan sehingga mesti memiliki kemampuan. (uno/fen)
Editor : uki-Berau Post