Kebakaran gudang kayu terjadi di Jalan Sei Bilal, Nunukan Barat sekitar pukul 04.40 wita, Minggu (25/2) dini hari. Kebakaran itu disebut nyaris tidak diketahui, karena terbakar subuh dini hari.
Tidak adanya yang melihat kobaran api, membuat api hampir membakar habis gudang tersebut. Beruntung lokasi terbilang dekat dekat kantor Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Nunukan, sehingga api dengan cepat dipadamkan. Wakil Danton Disdamkar Nunukan shift A, Ismail mengatakan, gudang kayu tersebut milik Hamsyah (56) yang merupakan juga warga Jalan Sei Bilal, Nunukan.
Api pertama kali dilihat oleh Cici (27) anak Hamsyah. Saat itu, api diketahui sudah besar melahap gudang kayu.
“Jadi si Cici itu, baru melihat api dari jendela rumahnya, api sudah menyala besar saat itu, dia kebetulan mau sholat subuh,” ujar Ismail ketika dikonfirmasi, Minggu (25/2).
Sementara lokasi gudang kayu tersebut, berada di samping depan rumah Hamsyah, tepat di pinggir jalan Sei Bilal. Gudang kondisinya di tutup pagar seng. Meski begitu, petugas damkar berusaha melokalisir api, supaya tidak merembet ke rumah lainnya, karena berdekatan dengan rumah masyarakat.
Setidaknya ada 2 unit mobil damkar yang diterjunkan dalam insiden kebakaran tersebut. Api baru bisa dijinakkan dalam waktu lebih dari satu jam.
“Kita juga sempat dibuat kesulitan untuk memadamkan api, karena bara api berada di bawah tumpukan papan yang terbakar, jadi kami harus membongkar tumpukan papan, lalu melakukan penyemprotan, agar api benar-benar padam," ungkap Ismail.
Hasil pemeriksaan di lapangan, tidak ada seorangpun yang melihat kejadian awal kebakaran tersebut. Penyebabnya pun belum diketahui akibatnya. Padahal gudang tersebut tidak beraliran listrik. Sementar kerugian ditaksir mencapai ratusan juga rupiah.
"Paling penting tidak ada korban luka atau jiwa dalam peristiwa ini, kalau dugaan sementara api, kami belum bisa simpulkan juga sampai saat ini, bukan korsleting,” beber Ismail.(raw/lim)
Editor : Indra Zakaria