TARAKAN – Tak hanya jalan sempit yang dikeluhkan warga RT 48, Kelurahan Karang Anyar ini. Di Jalan Wijaya Kusuma 1, terdapat jalan yang sudah ambruk dan terputus.
Ketua RT 48, Abdul Manaf mengatakan di sisi badan jalan sebenarnya sudah disiring. Tetapi semenisasi penyiringan retak, patah dan ambruk. Semenisasi jalan lingkungan yang dibuat seperti tangga ini pun sudah tidak dilewati warga.
Kerusakan ini mulai terjadi sejak dua tahun silam. Panjang kerusakan sekitar 40 centimeter. Kondisi jalan yang berupa tanjakan ini pun licin dan diperparah dengan ambruknya jalan.
“Itu cor-annya retak, jadi longsor ke bawah. Sebenarnya sudah disiring, tapi retak karena memang pakai batu bata jadi tidak tahan lama,” terangnya kepada Radar Tarakan.
Sebelumnya calon legislatif pernah meninjau lokasi tersebut. Namun sesampainya di lokasi, justru merasa tidak mampu membenahi jalan.
“Ada saya bawa anggota dewan, tapi katanya tidak mampu yang seperti ini. Harus dari pemerintah karena memang anggarannya besar,” katanya.
Padahal jalan ini merupakan alternatif terdekat warga setempat. Melihat kondisinya rusak parah, warga pun tak berani melintas di jalan tersebut. Warga lebih memilih melewati rute yang lain meski jaraknya jauh.
“Yang jalan kaki saja sudah sulit lewat di situ,” bebernya.
Dilanjutkannya, infrastruktur lainnya masih bisa dimanfaatkan. Meski di beberapa titik jalan yang mulai rusak. Semenisasi jalan terkupas dan berlubang. Tetapi masih bisa dilewati.
Apabila ke depannya ada dana, ia rencana ingin membenahi siring parit dan jalan yang ambruk. Tak ada sumber lain selain mengharapkan anggaran dari pemerintah.
Apalagi warga yang berdomisili di RT 48 ini hanya sekitar 70 kepala keluarga (KK). Sehingga mengumpulkan iuran untuk membenahi jalan tersebut, menurutnya tidak seharusnya dibebankan kepada masyarakat.
“Kalau itu seharusnya dari pemerintah. Dulu saja caleg-caleg pernah tinjau, tapi tidak ada juga timsesnya datang. Tapi kalau misalnya ada dana, paritnya dulu mau disiring, dan jalannya dibenahi,” tutupnya. (*/one/udn)
Editor : anggri-Radar Tarakan