TANJUNG SELOR – Alat Peraga Kampanye (APK) peserta Pemilu 2019 yang difasilitasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bulungan yang dipasang di sudut kota Tanjung Selor pada akhir November lalu, kondisinya saat ini cukup memprihatinkan.
Pasalnya, APK yang menjadi ajang promosi para peserta pemilu. Baik, capres/cawapres ataupun caleg dari tingkat pusat hingga daerah kabupaten/kota, tampak terlihat rusak karena robek dan ada yang hanya menyisakan tiang-tiang penyangganya.
Sehingga hal itu membuat estetika di Ibu Kota Kaltara, Tanjung Selor ini menjadi kurang indah. Apalagi, memang pemasangannya tepat pada daerah strategis dan kerap lalu lalang kendaraan. Baik roda dua ataupun lainnya.
Berdasarkan pantauan Radar Kaltara, akibat rusaknya APK dan hanya terlihat tiang penyangga. Hal itu, tentu sedikit banyak menyita perhatian masyarakat yang melintas dengan kendaraannya.
Tak hanya itu, masyarakat yang terkadang biasa melintasi daerah sekitar APK untuk sekadar jogging, mengaku dari pandangan pribadinya bahwa akibat rusak dan hanya terlihat tiang penyangga. Hal itu secara otomatis mengurangi estetika kota.
“Kurang enak saja dilihat kalau APK-nya rusak dan cuma sisa tiang-tiangnya,” ungkap wanita berhijab yang enggan namanya dikorankan ini, Senin (28/1).
Dikatakannya juga, seharusnya APK yang rusak itu segera diperbaiki. Dan untuk APK yang memang sudah tidak ada pada tiang sekiranya juga dapat diganti. Sehingga pemandangan pinggiran Tepian Sungai Kayan (TSK) akan kembali indah seperti awal pemasangannya dulu.
“Kalau dulu memang terlihat lebih bewarna karena masing-masing APK memiliki warna yang berbeda-beda. Tapi, saat ini kondisinya justru sebaliknya,” ujarnya seraya melanjutkan aktivitasnya kembali.
Senada dikatakan Ifa, warga lain yang tengah jogging di sekitar APK itu. Menurutnya memang kurang elok dilihat jika APK itu kondisinya rusak dan hanya terdapat tiang-tiang kosong. “APK itu seharusnya tetap rapi sekalipun waktu terus berjalan. Karena dari APK masyarakat, termasuk saya sendiri bisa tahu siapa calon–calon legislatifnya,” ungkapnya.
Untuk itu, ia berharap kepada pihak penyelenggara baik KPU ataupun Bawaslu dapat segera memberikan dorongan agar perbaikan APK segera dilaksanakan. Mengingat, kondisi itu sudah cukup lama terjadi. “Hal seperti ini harusnya segera diberikan arahan agar dapat segera diperbaiki. Kami sebagai masyarakat berharap ini dapat disikapi dengan baik,” tuturnya.
Terpisah, Ketua Bawaslu Bulungan, Ahmad mengakui memang terkait APK yang kondisinya rusak dan hanya menyisakan tiang-tiang. Hal itu menjadi catatan olehnya.
Namun, pihaknya dalam hal ini tidak bisa langsung bergerak dengan melakukan penertiban secara langsung. Melainkan, akan melakukan koordinasi terlebih dahulu. Apakah nanti APK itu akan dibongkar ataupun lainnya.
“Kita melihat mana yang memang benar-benar merusak estetika. Dan kalau memang harus dibongkar. Maka, kami akan koordinasi dengan pihak Satpol PP,” ungkapnya.
Akan tetapi, Ahmad berharap APK itu sejatinya dapat dirapikan dengan sendirinya oleh para parpolnya. Sehingga kesan yang dapat mengurangi estetika kota dapat hilang. “Kalau bisa diperbaiki segera APK yang rusak-rusak itu. Tapi, tetap akan kami tindak bilamana APK itu ada yang posisinya tak sesuai,” tegasnya.
Sedangkan, Ketua KPU Bulungan, Erry Sonley menambahkan, APK yang rusak dan hanya menyisakan tiang itu memang seharusnya tak sampai terjadi. Hanya, pihaknya menegaskan soal perbaikan itu sekalipun difasilitasi oleh KPU Bulungan, perbaikan tetap pada masing-masing parpol.
“Kalau memang tidak segera diperbaiki itu akan menjadi ranahnya Bawaslu untuk penertibannya,” ujarnya.
Namun, lebih lanjut, untuk penempatan APK yang sudah ada itu, menurutnya itu sebelumnya sudah sesuai dengan kesepakatan dan tidak menggangu estetika. Hanya saja, estetika ini rusak lantaran kondisi APK yang ada memprihatinkan.
“Dari kami, jika tidak segera diperbaiki bisa saja dicabut atau justru parpol lain yang memasangnya. Sehingga tidak terkesan kosong,” katanya.
Terakhir, Erry dalam hal ini memberikan waktu beberapa hari ke depan. Jika APK itu tidak segera diperbaiki, maka akan ada langkah-langkah lain yang akan dilakukannya. Sebab, pihaknya tak ingin ada kesan pembiaraan dari pihak penyelenggara. “Kita tunggu saja ke depannya ini seperti apa. Apakah dibongkar atau lainnya,” pungkasnya. (omg/eza)
Editor : anggri-Radar Tarakan