TANJUNG SELOR – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Bulungan akan berupaya memperbaiki ruas jalan menuju jembatan Tanjung Palas-Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah.
Sebelumnya jalan tersebut telah diserahkan ke Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Kalimantan Utara (Kaltara). Karena belum menjadi prioritas untuk dikelola, maka akan diambil alih kembali agar perbaikan dapat segera dilakukan.
Sebab DPU-PR terus mendapatkan keluhan dari warga, sehingga harus ada tindak lanjut dengan segera. Kepala Bidang Bina Marga pada DPU-PR Bulungan, Fakhrudin menjelaskan, sebenarnya Jalan Budiman Arifin hingga jalan menuju jembatan Tanjung Palas-Salimbatu sudah diserahkan ke provinsi. Tapi belum menjadi prioritas untuk dilakukan perbaikan.
“Kami juga sudah pernah mengusulkan anggaran ke provinsi melalui bantuan keuangan (bankeu), kalau berapa angka pastinya saya tidak ingat, yang jelas d iatas Rp 100 miliar,” ungkap Fakhrudin kepada Radar Kaltara, Sabtu (2/2).
Usulan tersebut, kata Fakhrudin, sudah disampaikan sejak awal 2018 lalu. Namun belum ada informasi disetujui atau tidak. Jika disetujui, maka jalan sekira 14 kilometer (km) mulai Desa Terang Baru hingga jembatan Salimbatu akan ditingkatkan dengan pengaspalan. Jika hanya berharap dari APBD 2019 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan maka akan sulit dilakukan perbaikan, karena anggaran sedang defisit. “Jadi kita hanya bisa berharap bantuan dari provinsi saja,” bebernya.
Jika usulan tidak disetujui, DPU-PR akan mengupayakan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Tapi kita tunggu saja dari pemprov nanti seperti apa,” bebernya.
Sebab jalan ini sudah sering kali dikeluhkan warga, bahkan laporan yang masuk ke DPU-PR juga sudah banyak. “Kita sebenarnya tidak diam, pasti akan terus kita upayakan agar secepatnya jalan itu bisa diperbaiki,” jelasnya.
Apalagi jalan itu merupakan akses utama perekonomian warga. Jika jelek, perputaran perekonomian juga pasti akan terhambat. “Jadi warga diharapkan bersabar dulu, semua itu butuh proses,” harapnya.
Sedangkan, penimbunan jalan yang dilakukan pada tahun 2018, sifatnya hanya sementara saja dengan menggunakan anggaran perawatan jalan Rp 200 juta. “Kita akan terus mengupayakan agar jalan itu bisa secepatnya ditangani,” ujarnya.
Menyoal jalan longsor dari Desa Salimbatu menuju Desa Silva Rahayu, ia menjelaskan perbaikan jalan longsor itu akan diusulkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Jalan itu kan rusak karena bencana, jadi kita akan usulkan ke BNPB,” bebernya.
Dikatakan, sebenarnya jalan itu telah masuk dalam perencanan, hanya karena tidak memiliki anggaran yang cukup perencanan itu tidak dilanjutkan ke fisik. “Saya juga berharap kepada pihak perusahaan yang memanfaatkan jalan itu bisa memberikan sumbangsihnya untuk memperbaiki jalan itu,” harapnya. (*/jai/eza)
Editor : kalpos123-Azward Kaltara