Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

DPRD Tarakan Didominasi Wajah Baru

anggri-Radar Tarakan • Senin, 29 April 2019 - 19:53 WIB

Rekapitulasi penghitungan suara calon anggota DPRD Tarakan masih menyisakan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tarakan Barat. Walau belum selesai, namun dari hasil perhitungan internal masing-masing partai, dipastikan 20 dari 30 calon anggota DPRD Tarakan terpilih periode 2019-2024 didominasi wajah-wajah baru.

----

SIAPA saja mereka? Di Daerah Pemilihan (Dapil) Tarakan Barat misalnya telah muncul beberapa wajah baru. Salah satunya dari Partai Hanura. Dia adalah Dino Andrian (33), dengan peraihan suara berdasarkan formulir C-1 yang dia kantongi sebanyak 1.797 ribu.

Ditemui di kediamannya di Jalan Wijaya Kusuma I, Kelurahan Karang Anyar, alumni Fakultas Hukum Universitas Borneo Tarakan, ini mengaku sedikit terkejut melihat hasil perolehan suara yang diraih.

Bagaimana tidak, target suara yang dia patok pada Pemilu 17 April 2019 lalu hanya 2.500, namun faktanya justru di atas angka tersebut.

“Jujur ini sangat suprise sekali, tapi ini adalah hasil kerja tim pemenangan, bukan hanya kerja saya, jadi saya sangat mengapresiasi kepada semuanya,” ucap Dino, sapaan akrabnya.

Sebagai salah satu anak muda yang diperkirakan mengisi kursi dewan Tarakan, saat kampanye Pemilu lalu, pria kelahiran Sulawesi Tengah ini mengatakan semua segmen ia sambangi. Baik tua maupun kalangan muda atau yang biasa disebut milenial.

Karena, jelasnya, aspirasi rakyat untuk pembangunan suatu daerah tidak hanya datang dari kalangan milenial saja, melainkan juga dari usia di atas 35-an tahun.

Berbicara awal mula masuk ke dunia politik, Dino mengungkapkan, ketika turut andil memenangkan pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, dan Effendhi Djuprianto.

Kenapa memilih Hanura?  “Sebagai gerbong yang memenangkan dr. Khairul dan Effendhi Djuprianto,  maka tentu kita harus bisa masuk di salah satu partai pengusung, dan Partai Hanura yang siap menerima kami,” jawab Dino.

Menurutnya, banyak permasalahan di Tarakan yang harus diselesaikan dan menjadi perhatian khusus dari lembaga legislatif sebagai pemegang kebijakan arah pembangunan suatu daerah. Seperti masalah kesejahteraan rakyat yang berlandaskan undang-undang.

Basic saya pengacara tapi saya juga aktif di olahraga, sejauh ini prestasi olahraga Tarakan itu menurun, sehingga hal itu perlu diperhatikan dengan menciptakan regulasi baru, misalnya membuat perda (peraturan daerah) agar pemerintah dapat mengalokasikan anggaran untuk bidang olahraga. Fokus saya salah satunya itu,” katanya. “Kita harus banyak melakukan perubahan,” sambungnya.

Dikatakanya juga, ikut ambil bagian dalam bidang politik sejatinya berawal dari panggilan hati. Sehingga konsekuensinya harus ia terima. “Saat saya sudah berada di dalamnya, waktu bersama keluarga banyak yang berkurang. Inilah konsekuensinya atas pilihan saya. Tapi bagi saya politik itu bagian dari pengabdian,” tuturnya.

Ia mengaku baru kali pertama mengikuti sebagai peserta Pemilu. Suara yang dia peroleh merupakan terbanyak dari tiga calon legislatif lainnya di Partai Hanura yang mendapatkan empat kursi.

Menyinggung peluang sebagai ketua DPRD Tarakan lantaran Hanura memiliki perolehan suara terbanyak dan diperkirakan menjadi pemenang Pemilu di Tarakan, dikatakannya hanya mengikuti instruksi partai.  “Sebagai kader partai tentu saya harus tunduk sama instruksi partai, tapi menurut saya kalau memang nanti Hanura pemenangnya, bukan jaminan bahwa suara terbanyak itu otomatis duduk sebagai ketua karena ada mekanisme di internal partai yang harus kita jalani,” jelasnya.

Sementara dari Dapil Tarakan Tengah juga dipastikan muncul wajah baru. Salah satunya adalah H. Abdul Kadir, S.T, yang merupakan satu-satunya caleg dari Partai Amanat Nasional (PAN) duduk di kursi DPRD Tarakan.

Ikut nyaleg di Pemilu 2019, aku dia, bukan yang kali pertama baginya. “Saya sudah dua kali ikut sebagai caleg tapi gagal, setelah setop dua tahun, saya ikut lagi di tahun ini tapi lewat partai yang berbeda, yaitu PAN,” ujarnya Haji Kadir, sapaan akrabnya.

Haji Kadir dipastikan duduk di kursi DPRD Tarakan setelah meraih suara sebanyak 1.532. Secara pribadi, kemenangan yang dia raih saat ini merupakan kemenangan warga Tarakan Tengah khususnya Kelurahan Sebengkok, lebih tepatnya di Sebengkok Tiram yang merupakan daerah tempat ia dilahirkan dan dibesarkan.

“Perjuangan kami sudah kami lakukan selama dua tahun lalu sebelum mendapat partai baru. Jadi ketika saya maju lagi dengan partai lain, saya yakin saya bisa karena sudah bekerja, jadi rasanya tidak sulit untuk mendapatkan dukungan,” ucap ayah tiga anak ini.

Kenapa maju nyaleg lagi? Pertama, jawab Haji Kadir, karena dorongan dari warga Sebengkok khususnya Sebengkok Tiram sangat kuat. Alasan kedua karena tingkat keterwakilan saya harus jelas, terus saya juga harus mampu berosialiassi, berikutnya harus punya uang. Nah ketiga itu sudah mapan menurut saya, maka saya putuskan maju lagi,” bebernya.

Ketika sudah duduk di kursi dewan nanti, janji dia, sebagai orang yang dimenangkan oleh warga Sebengkok khususnya Sebengkok Tiram, daerah itu akan menjadi prioritasnya. “Saat saya dan warga Sebengkok Tiram mengetahui hasil suara, mereka sangat senang, dan menilai Kampung Kami akan semakin kuat dengan adanya di dewan nanti. Nah, banyak hal yang harus kita lakukan untuk Sebengkok ini, pertama masalah kemiskinan yang katanya terbanyak se-Tarakan, kedua masalah kesejahteraan melalui bantuan sosial,” katanya.

“Program kerja saya nanti untuk tahap awal bekerja sama dengan pemerintah. Di sisi lain juga saya akan tekankan masalah pendidikan,” tambah anak ketujuh dari 12 bersaudara ini. Pengusaha ini juga menambahkan agar peran amggota dewan nanti dapat memperhatikan kesejahteraan masyrakat Tarakan. Tak hanya itu, ia juga berharap kondisi keuangan Tarakan akan membaik, serta bantuan sosial yang diprogramkan tepat sasaran.

Partai Perindo Dapil Tarakan Timur juga diprediksi menyumbangkan wakilnya di gedung wakil rakyat. Dia adalah Mellyana Anggraeni. Saat dikonfirmasi media ini, Mely, sapaan akrabnya, mengatakan masih enggan berkomentar banyak.

“Apa yang kita ketahui bersama terkait hasil perolehan suara di Tarakan Timur itu ya mudah-mudahan sampai ke pleno KPU. Jadi kami masih menunggu pleno KPU. Ya mohon doanya,” tutur wanita yang berusia 25 tahun ini.  “Kalau berbicara soal optimistis dan keyakinan, dari awal memang saya sudah yakin dan optimis. Hasilnya ya alhamdulillah ya,” tambahnya.

H. Hamka caleg Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga memastikan diri melangkah ke kursi dewan dengan perolehan suara 1.558 suara di Dapil Tarakan Barat.

“Saya tidak punya target berapa suara karena baru pertama kali ikut. Justru awalnya saya pesimis karena ada masalah dengan partai ini di DPP, tapi alhamdulillah saya dapat amanah itu,” ucap Haji Hamka.  Alumni UBT yang selalu aktif di beberapa organisasi salah satunya karang taruna dan nelayan menilai tingkat kesukaan warga Karang Anyar Pantai terhadap dirinya sangat tinggi. Sehingga hal itu menjadi motivasinya untuk memutuskan maju sebagai caleg.

“Kalau bicara optimis dari awal teman-teman sangat optimis, meskipun istri saya sempat pesimis,” aku pria kelahiran 1981 ini. Diketahui, Haji Hamka juga satu-satunya perwakilan PPP di DPRD Tarakan selama lima tahun ke depan.

 

TARGET SEJUMLAH PARTAI MELESET

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sedikit kecewa atas perolehan suara sementara Pemilu serentak 17 April lalu.

Bagaimana tidak, partai berlambang bulan sabit ini hanya meraih dua dari tiga kursi yang ditargetkan di DPRD Tarakan.

Sekretaris Umum DPW PKS Kaltara Syamsuddin Arfah mengatakan, kursi yang hilang itu berasal dari Dapil Tarakan Barat. Sehingga hanya Tarakan Timur ,Tarakan Tengah yang dipastikan menyumbang masing-masing satu kursi.

“Awalnya kami jagokan tengah, timur kemudian barat, kemudian di akhir perjalanan di barat ada masalah yang hingga akhirnya target itu tidak tercapai,” kata Syamsuddin.

Dijelaskan Syamsuddin, PKS mengubah strategi khusus, bagian barat mengandalkan kekuatan personel caleg. Melihat kelemahannya, PKS langsung mengubah dengan kekuatan tim, tetapi kekuatan tim itu tidak efektif dengan permainan terakhir sehingga secara kolektif PKS tidak terlalu efektif.

“Selisih suara tidak jauh, itu yang membuat kita hilang kursi di barat. Tapi di barat target ketiga kita, keempat itu memang di utara kita lihat di personal,” jelasnya.

Meski demikian, perolehan kursi di dewan Tarakan melalui Pemilu 2019 terjadi peningkatan dari 2014 lalu.  Jika sebelumnya hanya mendapat satu kursi, maka di tahun ini dipastikan dapat dua kursi.

Sementara, untuk kursi di DPRD Kaltara, ia memastikan mendapatkan satu kursi dengan perolehan suara melebihi sembilan ribu.  “Kami lagi menghitung di DPR RI, perhitungan kami di tabulasi Kaltara itu sekitar di angka 20 ribuan.

Anggota DPRD Tarakan tiga periode ini juga menuturkan, kursi di DPR RI dari Kaltara bukan masuk pada target PKS. Namun, bila dapat kursi maka bonus bagi PKS dari Kaltara.

“Meski DPR RI dari Kaltara tidak masuk target tapi masuk bonus bagi kami pencapaian itu, bedanya tipis sekali dengan partai lain, angkanya menggigit sekali,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD PAN Tarakan Makbul, S.E, menyampaikan rasa optimisnya pada hasil Pemilu 2019. ”Pasti optimistis dapat meraih 4 kursi. Untuk angka perolehan suara saya tidak bisa memberikan secara pasti. Karena hasilnya yang jelas signifikan. Selain itu pengumuman perolehan suara dari KPU belum diumumkan. Yang jelas melihat perolehan pleno, kami optimistis bisa meraih 1 kursi di setiap dapil,” ungkapnya, kemarin (28/4).

Ia mengakui, persaingan politik yang semakin ketat membuat potensi lolosnya caleg semakin kecil. “Untuk kursi ini kan yang tersedia tidak banyak, Tarakan Tengah itu hanya ada 9 kursi, Tarakan Barat 10 kursi, Tarakan Utara hanya ada 4 kursi, Tarakan Timur 7 kursi, jadi dengan total 30 kursi. Jadi tidak mungkin semua partai mendapatkan kursi itu. Tapi secara penghitungan kecamatan sudah dipastikan dapat mendapat 1 kursi di masing dapil. Tapi untuk angka suaranya saya tidak ingat secara pasti,” ujarnya.

 

DEMOKRAT KRITISI PERILAKU PEMILIH

Sekretaris Jenderal DPW Demokrat Kaltara Muddain, S.T, kekecewaannya terhadap prilaku pemilih yang tidak memberikan hak suaranya kepada figur yang memiliki kemampuan rasa kepedudian terhadap masyarakat yang besar. “Tetapi yang dipilih yang oleh rakyat itu ada figur yang tidak teruji secara politik. Figur yang tidak memiliki kapasitas kemampuan politik yang baik,” ungkapnya.

Ia menilai, saat ini masyarakat lebih memilih terhadap figur yang memiliki kemampuan keuangan yang baik. Meski demikian, pihaknya harus bisa menerima pilihan masyarakat itu. “Partai Demokrat selama 10 sampai 5 tahun yang lalu, kami sudah memberikan kontribusi politik yang positif, dengan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Tetapi hasilnya tidak berbanding positif dengan pejuangan politik yang kami lakukan, malah kami di Kota Tarakan suara agak turun jauh dari 2014 lalu,” tuturnya.

Ditambahkannya, semua pejabat yang ada di tingkat eksekutif dan legislatif harus bisa memberikan pelajaran politik kepada masyarakat untuk 5 tahun ke depan. Masyarakat harus bisa memahami pilihan politik yang sudah teruji dan tidak melihat dari kemampuan keuangan.

“Pejabat publik di negara ini kurang memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kita mencari pemimpin, bukan mencari kaum-kaum yang sisi kemampuan politiknya tidak ada, namun finansialnya ada,” bebernya.

Meski adanya penurunan kepercayaan masyarakat terhadap Demokrat di tingkat kota, namun berdasarkan data pihaknya Demokrat berhasil mendapatkan kepercayaan dari masyarakat untuk DPRD Kaltara. “Untuk di Kota Tarakan, di timur kita anjlok, di utara kita anjlok dan di tengah dan barat masih berjuang. Mudah-mudahan ada kami dapat,” ungkapnya.

Muddain mengaku pihaknya menargetkan kursi ketua. Ini juga tak lain, keberhasilan Demokrat mendudukan wali kota dan wakil wali kota terpilih. “Artinya kami sudah berhasil memberikan janji politik. Hasilnya pemilihan legislatif masyarakat tidak melihat itu,” urainya. (sur/*/zac/zar/lim)

 

Editor : anggri-Radar Tarakan
#lapsus #calon legislatif #dprd