Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Masjid Babu Salam Saksi Perabadan Islam Warga Pesisir

anggri-Radar Tarakan • Selasa, 14 Mei 2019 - 18:06 WIB

Masjid Babu Salam merupakan salah satu masjid tertua di Kota Tarakan dari catatan Kementerian Agama. Masjid ini telah berdiri sejak tahun 1951. Masjid yang dulunya hanya merupakan bangunan kayu ini, dibangun atas swadaya masyarakat pesisir yang sebagian besar merupakan nelayan.

 

AGUS DIAN ZAKARIA

 

DARWIS (52) terus mengingat-ingat saat ditemui media ini. Ia terus bertutur tentang masjid itu.

Sebagai orang yang memiliki keturunan hidup di pesisir Selumit Pantai, ia menerangkan masjid tersebut merupakan masjid satu-satunya yang dimiliki warga pesisir Selumit Pantai. Menjadi tempat ibadah utama bagi warga saat melaksanakan ibadah berjemaah.

"Ini masjid pertama di kawasan pesisir. Masjid ini dibangun oleh warga sekitar yang sebagian besar berprofesi nelayan. Masjid ini dulunya menjadi pilihan utama masyarakat pesisir karena tidak ada masjid lain," ujarnya, kemarin (13/5).

Masjid tersebut dulunya berada di pinggir pantai Kota Tarakan. Hanya saja, pembangunan yang terus berkembang sehingga menjauhkan bibir pantai dari posisi masjid saat ini. Alhasil saat ini, seperti berada di tengah daratan.

"Ini sebenarnya posisinya pinggir pantai jadi kalau orang melihat dari jendela sudah kelihatan laut. Tapi karena adanya pembangunan, jadi dataran  terus bertambah jadi posisi masjid ini bisa dibilang sudah di tengah daratan," tuturnya.

Meski masjid di kawasan pesisir saat ini semakin menjamur, namun hal itu tidak mengurangi jumlah jemaah Masjid Babu Salam. Bahkan setiap tahunnya jemaah Masjid Babu Salam mengalami peningkatan.

"Sekarang masjid di Tarakan semakin banyak tidak hanya dari Kelurahan Selumit Pantai. Tapi tidak mengurangi jumlah jemaah di masjid ini. Malahan semakin ramai. Hari biasa saja, setiap waktu salat rata-rata jemaah sekitar 150 sampai 200 jemaah, apalagi kalau Ramadan seperti ini setiap waktu salat bisa sampai 500 jemaah ke atas," ujarnya.

Di momen Ramadan saat ini, ia menerangkan masjid ini juga memiliki rutinitas yang sama di saat Ramadan seperti masjid lainnya. Ialah mengadakan buka bersama setiap hari dan terbuka bagi siapa saja.

"Sama seperti masjid pada umumnya, setiap hari di bulan Ramadan masjid ini juga mengadakan buka puasa bersama. Itu hasil dari jadwal antaran warga bergilir yang diterapkan dari dulu. Sama seperti semua masjid. Masjid ini selalu terbuka untuk siapa saja yang beribadah tanpa terkecuali. Datang jam berapa pun pintu masjid selalu terbuka untuk dikunjungi," terangnya.

Selain itu, masjid ini memiliki penyajian tidak jauh berbeda usai melakukan salat subuh berjemaah.

"Setiap hari dalam seminggu sehabis salat subuh masjid ini biasanya ada kegiatan kultum. Jadi kepada jemaah salat subuh itu tidak diperkenankan pulang selesai salat. Karena ada sedikit semacam asupan agama yang kami berikan sebagai penyemangat warga dalam menyambut kegiatannya di pagi hari," tambahnya. (*/lim)

Editor : anggri-Radar Tarakan
#feature #masjid