TANJUNG SELOR – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bulungan Ahmad, menyatakan kerawanan pemilu di Bulungan belum sepenuhnya terpetakan. Pasalnya masih ada wilayah yang disinyalir memiliki kerawanan yang cukup tinggi. Terutama praktik politik uang.
Ahmad mengatakan, pihaknya berupaya memetakan sejumlah wilayah yang dirasa memiliki kerawanan saat Pilkada serentak 2020 dilaksanakan. Dari 10 kecamatan yang ada di Bulungan, beberapa wilayah yang sulit dijangkau perlu perhatian. Salah satunya adalah Kilometer 59, yang mana masih menjadi bagian dari Desa Binai, Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan.
Pemetaan wilayah tersebut, sambung dia, harus dilakukan segera. Pasalnya, mulai Januari mendatang tahapan pilkada serentak sudah berjalan. “Ini yang perlu dipetakan, potensi kerawanan,” katanya kepada Rakyat Kaltara kemarin (24/12).
Sejauh ini, pemetaan sudah dilakukan pada pemilu sebelumnya. Namun, untuk beberapa desa yang jaraknya jauh dan akses yang tidak baik, belum dilakukan pemetaan. “Belum semuanya. Karena ini pilkada serentak, itu harus dipetakan. Karena potensinya lumayan di wilayah-wilayah itu,” kata dia.
Ia menjelaskan, potensi kerawanannya bermacam-macam. Biasanya, di wilayah yang jauh dari pusat kecamatan, berpotensi maraknya praktik politik uang. Hal itu terjadi karena kurangnya pengawasan yang dilakukan. Termasuk adanya kampanye berbau sara. Hal itu perlu disikapi, sebab jika dibiarkan akan timbul konflik di masyarakat.
“Titik tekan kita di situ, dan memang susah dibuktikan jika ada politik uang. Untuk itu, kita perlu petakan dan perlu antisipasi. Saat ini sedang dilakukan. Kami berharap potensi-potensi itu bisa diantisipasi,” jelasnya. (*/fai/udi)
Editor : uki-Berau Post