DANLANUD Anang Busra Kolonel Pnb HKD. Handaka mengatakan Lanud Anang Busra juga ingin berperan dan berpartisipasi langsung untuk kemajuan Kota Tarakan, melalui olah raga, seni dan budaya.
“Kami ingin bersinergi dengan pemerintah daerah (pemda) serta stakeholder terkait, di mana tujuannya tidak lain untuk mencetak sumber daya unggul untuk Indonesia jaya, yang saat ini digaungkan Presiden Joko Widodo,” tuturnya, Senin (13/1).
Masih ada lapangan kosong di Lanud Anang Busra, bisa dimanfaatkan komunitas olah raga, seni dan budaya untuk latihan. Lokasinya juga dinilai nyaman untuk latihan karena jauh dari keramaian.
“Sudah ada yang berkomunikasi dengan kami, yakni dari komunitas olah raga panahan, keinginan untuk memanfaatkan salah satu lapangan kosong di Lanud Anang Busra sudah disampaikan kepada saya,” terangnya.
Ia berencana untuk membuka kamp pelatihan khusus untuk olah raga panahan, yang rencananya akan diberi nama Antariksa Archery Club. Klub ini nantinya didukung mengikuti berbagai lomba panahan.
“Ada juga teman lama saya baru ketemu di sini (Tarakan) mengungkapkan ingin menghidupkan lagi olahraga air softgun yang dulu sempat ada. Bila olah raga ini diseriusi pasti akan kami dukung untuk ikut perlombaan,” ucapnya.
Sejauh ini Lanud Anang Busra telah memberikan dukungan untuk olah raga mixed martial arts (MMA). Olah raga tersebut berhasil mengharumkan nama Tarakan dan Kaltara di tingkat nasional. “Untuk MMA kemarin atlet binaan kami Risky Albert berhasil meraih sabuk emas Alif Turiadi pada open tournament Asta di Kota Tenggarong, dan baru-baru ini tiga atlet yang mengikuti Kejurnas di Solo juga berhasil membawa satu medali emas dan dua medali perak, pada dasarnya kita mendukung semua kegiatan baik itu olahraga, seni, budaya dan kegiatan lainnya, selama kegiatan ini positif,” ungkapnya.
Adanya dukungan Lanud Anang Busra terhadp kegiatan olah raga, seni dan budaya diapresiasi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tarakan, Agus Sutanto. Agus berharap ada pihak-pihak lain yang ikut membantu dalam mendukung kegiatan olah raga, seni dan budaya yang ada di Tarakan.
“Tidak hanya dari TNI maupun Polri saja, pihak swasta dan pihak-pihak lainnya juga bisa ikut mendukung olah raga, seni dan budaya untuk dibawa ke tingkat nasional,” tuturnya.
Dirinya mengakui, bahwa kondisi defisit saat ini menjadi salah satu penyebab sulitnya untuk mendukung olah raga yang ada di Tarakan. Ia berharap pihak di luar dari pemda bisa mendukung.
“Memang yang bisa kita harapkan saat ini hanya pada pihak-pihak di luar dari pemda, adanya support tersebut juga memberikan cerminan bahwa masih ada pihak-pihak yang mendukung perkembangan olah raga Tarakan, sehingga diharapkan dengan kondisi keuangan yang membaik nantinya akan diupayakan semaksimal mungkin men-support olah raga Tarakan kembali berjaya seperti dulu lagi,” ujarnya. (jnr/lim)
Editor : anggri-Radar Tarakan