TARAKAN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan masih melakukan penyelidikan terhadap peristiwa dua motor yang bersenggolan di RT 15 Kelurahan Karang Rejo, Tarakan Tengah, Minggu (16/2) sekira pukul 18.30 WITA.
Akibat peristiwa tersebut seorang anak bernama Habiburachman (11) meninggal dunia.
Kasat Lantas AKP Arofiek Aprilian Riswanto mengaku menurunkan anggotanya untuk melakukan penyelidikan. “Saat ini kami melakukan penyelidikan apakah ini masuk kasus lakalantas atau masuk kasus kecelakaan,” tuturnya, Selasa (18/2).
Dirinya menjelaskan bahwa kasus lakalantas merupakan kasus kecelakaan kendaraan bermotor yang terjadi di jalan umum. Bila di daerah khusus seperti perumahan, bandara dan di luar jalan raya, masuk kategori kecelakaan.
“Kalau kecelakaan kita tidak bisa masuk ke sana, tapi Reskrim Polres dan polsek bisa masuk ke sana. Apalagi kecelakaan tersebut sampai membuat korban meninggal dunia bisa dikenakan KUHP Pasal 359,” ucapnya.
Terkait penetapan status pengendara motor yang bersenggolan dengan motor korban menunggu penyelidikan di lapangan.
“Belum ada kita tetapkan statusnya hingga proses penyelidikan yang kami lakukan selesai,” tuturnya.
Orang yang membawa motor yang bersenggolan dengan motor yang ditumpangi Habiburachman masih berada di Satlantas Polres Tarakan. “Jadi kami memberikan pilihan kepadanya untuk mengamankan diri sementara di Satlantas Polres Tarakan, karena kami khawatir bila dia ada di luar keluarga korban yang tidak menerima kejadian tersebut mendatangi. Dia menerima usulan kami untuk mengamankan diri di Satlantas Polres Tarakan untuk sementara waktu,” pungkasnya.
KORBAN LUKA PARAH
Diketahui korban yang bersenggolan lantas terjatuh dari dermaga kayu. Dari laporan orang tua korban, anaknya masih duduk kelas 3 sekolah dasar (SD).
Awal mula kejadian, korban dan kakaknya keluar dari rumahnya untuk membeli makanan di kawasan sebuah perusahan udang yang tak jauh dari rumahnya. Setelah sampai di dermaga di kawasan itu salah seorang penjual pentolan masuk ke dalam gang tersebut dengan menggunakan motor sekaligus dengan gerobaknya. Korban yang juga menggunakan motor bersama kakaknya kemudian menepi dan menghentikan kendaraan.
Karena kondisi jalan yang sempit. Gerobak pentolan menyenggol motor korban, pengendara pentol tidak sadar kalau gerobak yang dia bawa mengenai kendaraan korban.
“Setelah tersenggol anak saya keduanya jatuh dari jembatan. Kakaknya yang bernama Nur Husnul dan adiknya ikut terjatuh bersama sepeda motor yang dikendarai. Anak saya ini juga tertimpa kendaraan yang mereka gunakan. Setelah itu, warga yang melihat bergegas menolong keduanya. Adiknya mengalami pendarahan di muka dan di kepala langsung dibawa ke rumah sakit terdekat. Belum sampai di rumah sakit sudah tidak dapat tertolong,” ujar Rahimi, orang tua korban ditemui di rumahnya.
Nur Husnul dalam kecelakan tersebut mengalami luka robek di bagian wajah dan pada lengan. Sementara adiknya diduga menderita luka parah.
Dari laporan RT setempat, jalan yang dilalui warga merupakan jalan yang dibangun oleh perusahaan udang dan digunakan oleh karyawan dan warga sekitar. Kondisinya ditemui licin ketika hujan. “Jalan ini sudah banyak memakan korban, tetapi baru kali ini ada yang yang meninggal, dan ketika memakan korban sebelumnya posisi jalan memang licin karena habis hujan,” ujar Rusatam, ketua RT setempat.
Atas berbagai pertimbangan, keluarga korban rencananya akan menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. (jnr/agg/lim)
Editor : anggri-Radar Tarakan